Ini Dia 5 Kamera Terbaik 2018

Pada tahun 2018 ini industri kamera nampak lebih fokus untuk pengembangan produk kamera mirrorlesnya dibanding kamera DSLR. Hal ini karena kamera jenis ini makin banyak diminati pengguna kamera yang menginginkan kepraktisan namun memiliki kemampuan yang mumpuni layaknya kamera DSLR. Empat produsen kamera besar dunia yang menguasai pasar Indonesia seperti Canon, Nikon, Sony dan FujiFilm menggelontorkan beberapa kamera jenis mirrorless ke pasar Indonesia. Keempat produsen kamera ini memanjakan para konsumennya dengan beraneka produk untuk berbagai segmen mulai dari segmen pemula hingga profesional.

Pada tahun 2018 ini Canon dan Nikon seolah berlomba dengan memunculkan kamera mirrorless dengan sensor full frame. Kamera jenis ini merupakan produk pertama mereka yang selama bertahun-tahun memproduksi kamera mirrorless kompak. Keputusan Nikon untuk menghentikan produksi seri Nikon 1 disusul dengan membuat kamera mirrorless full frame seri Z. Sedangkan Canon meskipun tak menghentikan produksi kamera seri M juga memproduksi kamera mirrorless full frame dengan nama EOS R. Kedua kamera ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan kamera mirrorless kelas premium yang selama ini dikuasai Sony. Kehadiran Nikon dan Canon dengan Z series dan R series ini menjadi era baru pertarungan kamera mirrorless premium di Indonesia.

Meski demikian Sony nampaknya tak terusik dengan kehadiran dua produk pesaingnya tersebut. Sony bahkan meluncurkan kamera kompak dengan kemampuan mumpuni seperti jenis RX 100 yang sudah memasuki generasi ke-6. Meskipun tergolong kamera kompak namun tetap saja tergolong premium untuk tetap menguasai pasar kamera premium di Indonesia. Sony sendiri masih merasa nyaman dengan penguasaan market share kamera premium hingga 60% di Indonesia. Inilah 5 kamera terbaik versi TPLUS Magazine yang dijual di Indonesia sebagai Gadget of the Year  2018 untuk jenis kamera.

SONY RX100 Mark VI

SONY RX100 Mark VI merupakan kamera kompak atau poket serba bisa dengan kualifikasi DSLR. Bentuknya yang mungil dengan kemampuan lensa tele yang sangat baik membuat kami menyebutnya sebagai Si Mungil Bermata Elang. Kamera yang sempat kami coba pada September lalu ini memiliki focal length sebesar 24-200mm. Hal ini membuatnya mampu melakukan zoom terhadap obyek yang sangat jauh menjadi seperti di depan mata. Berbeda dengan kamera lain yang menggunakan digital zoom, kamera ini menggunakan optical zoom hingga 8.3x dengan hasil gambar yang tetap tajam.

Kemampuan zooming yang luar biasa menjadi jualan utama Sony untuk memasarkan kamera ini mengingat selama ini kamera jenis kompak yang memiliki zooming sebesar ini masih sedikit. Walaupun sensor yang digunakan hanya berkekuatan 20MP namun hal ini terbilang sudah cukup kamera pada kamera kompak pada umumnya menggunakan sensor sebesar 16MP. Dengan sensor sebesar ini RX 100 VI mampu menghasilkan gambar dengan resolusi maksimum 5472 x 3648 piksel. Belum lagi bentang ISO yang dimilikinya mulai dari 80-25600 membuatnya mampu memotret dengan pencahayaan yang minim. Sony membenamkan prosesor Bionz X dengan optical image stabilization pada kamera ini sehingga pengambilan gambar akan tetap tajam meskipun digunakan sambil berjalan.

Yang juga menarik adalah kemampuannya untuk memotret obyek dengan kecepatan hingga 24 fps. Dengan kecepatan ini RX 100 VI mampu menangkap semua detail obyek bergerak dengan sangat baik. Gadgetarian tak usah kuatir kehilangan momen ketika memotret momen cepat seperti olah raga. Kemampuan fokusnya pun baik sehingga meskipun obyek yang dibidik berjalan cepat namun gambar yang dihasilkan juga tetap tajam. Pilihan kualitas gambar yang ditawarkan juga sangat bervariasi mulai dari super fine, fine dan standard. Bahkan kamera ini juga menawarkan format RAW yang jarang ada di kamera kompak.

Selain kemampuan teknisnya, RX100 VI juga merupakan kamera yang ramah untuk para vlogger atau traveller. Hal ini kamera Sony menyediakan layar aryticulated LCD berukuran 3” jenis tilting yang bisa diputar hingga 180º. Sony juga menyediakan Shooting Grip (VCT-SGR1) yang bisa dipegang layaknya tongsis maupun juga bisa berguna sebagai tripod. Belum lagi pada shooting grip ini terdapat tombol shutter, rec dan stop yang memudahkan para vlogger mengambil gambar maupun video. Dan untuk videonya sendiri RX 100 VI mampu menghasilkan video dengan kualitas 4K dengan microphone stereo dan speaker mono.

Dijual dengan harga Rp 16 jutaan tanpa shooting grip, kamera ini merupakan kamera kompak paling menarik untuk dimiliki. Review lengkap dimuat di TPLUS Magazine edisi 95 https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/tplus/ed-95-sep-2018.

Canon EOS R

Kamera ini adalah kamera masterpiece dari Canon. Selain karena ini merupakan kamera mirrorless pertama dari Canon dengan sensor full frame juga karena banyak terobosan baru yang disematkan Canon pada kamera ini. Keputusan Canon untuk mengeluarkan kamera mirrorless full frame tak bisa di jauhkan dari isu persaingan dengan Nikon. Hal ini karena peluncuran EOS R tak jauh waktunya dari peluncuran Nikon Z6 dan Z7. Canon yang selama ini dikenal sebagai penguasa pasar kamera mirrorless kelas menengah bawah ini menawarkan beberapa fitur baru pada EOS R. Dan inilah alasan kami memilih Canon EOS R sebagai kamera mirrorless full frame dengan desain terbaik.

Dari sisi desain, Canon EOS R memiliki desain bodi dengan sebutan DSLR style mirrorless karena memiliki gaya desain layaknya kamera DSLR keluaran Canon. Kamera ini memiliki ukuran bodi yang lebih kecil dibanding kamera DSLR pada umumnya atau separa dengan kamera DSLR kelas bawah dari Canon. Hal ini membuatnya mantap dalam genggaman dengan berat 660 gr yang jika disandingkan dengan kamera EOS 760 D akan terlihat mirip. Termasuk pada penempatan tombol-tombol yang ada termasuk mode dial dan peletakan shutter button. Ditambah lagi dengan tampilnya LCD Control panel layaknya kamera DSLR.

Canon menerapkan beberapa tombol shortcut yang baru seperti tombol M-Fn Bar yang merupakan alat kontrol beberapa fungsi. M-Fn Bar dioperasikan menggunakan sapuan jari serta mengetuk sesuai dengan fungsinya. Tombol pengontrol ini berfungsi untuk pengaturan Autofocus, ISO Speed, White balance, Display info, serta movie recording. Kemudahan tombol ini yang hanya dengan sentuhan membuatnya rawan tersenggol secara tidak sengaja. Karenanya tombol ini dilengkapi dengan pelindung atau pengaman. Gadgetarian bisa mengoperasikan M-Fn Bar ini dengan menyentuhnya lebih dari dua detik dan bisa dioperasikan dengan cara menyapu atau mengetuknya sesuai dengan keinginan di penyetelan.

Penerapan konsep desain yang unik tak hanya pada bodi tapi juga pada lensa. Canon EOS R diluncurkan bersamaan dengan diluncurkannya lensa RF series. Selain memiliki ukuran mount yang berbeda dari DSLR dan kamera mirrorless lainnya. Lensa RF ini juga memiliki lens control ring untuk mengatur beberapa kontrol seperti apperture disaat membidik sehingga Gadgetarian tak perlu melepaskan bidikan saat ingin mengubah setelan kamera.

Untuk kemampuan fotografinya, EOS R terbilang tak memiliki teknologi baru untuk jenis mirrorles selain full frame sensornya. Berbekal kekuatan sensor dengan resolusi 30MP, Canon EOS R mampu menghasilkan gambar dengan ukuran maksimal 6720 x 4480 piksel. Resolusi lainnya yang bisa dipilih sebesar 4176 x 2784 (1.6x crop) dengan beberapa aspect ratio seperti 1:1, 4:3 dan 16:9 dengan sensor tipe CMOS.

Kamera ini memiliki bentang ISO mulai dari 100 hingga 40000 serta Auto dengan bentang shutter speed yang cukup besar. EOS R mampu memiliki kecepatan shutter terendah hingga 30 detik yang mampu mengumpulkan cahaya sebanyak-banyaknya saat kondisi sangat minim cahaya. EOS R juga memiliki shutter speed 1/8000 detik untuk shutter speed tertingginya yang mampu menangkap gambar bergerak dengan baik. EOS R juga memiliki memiliki kecepatan mengambil gambar secara kontinyu dengan kecepatan hingga 8 fps.

Dijual dengan harga Rp 39.999.000 (Body only) serta Rp 59.999.000 (Kit RF 24-105) membuatnya masuk dalam golongan kamera premium. Review lengkap Canon EOS R telah dimuat di TPLUS Magazine edisi 97 https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/tplus/ed-97-nov-2018

Canon EOS M50

Untuk jenis kamera mirrorless, Canon memang menguasai market share di Indonesia terutama untuk kamera mirrorless kelas entry level dan menengah. Banyak produk Canon di kelas ini dengan rentang harga Rp 6 jutaan hingga Rp 15 jutaan. Salah satu primadona kamera jenis ini dari Canon adalah EOS M50 yang masuk ke Indonesia pada kwartal kedua tahun ini. Kamera ini memiliki banyak keunggulan sehingga kami pilih menjadi salah satu kamera yang mendapatkan cap Gadget of The Year 2018. Berikut alasannya mengapa kami memilih Canon EOS M50 sebagai kamera dengan value for money terbaik.

Canon EOS M50 memiliki body yang kompak seperti layaknya kamera EOS seri M, namun memiliki perawakan yang mirip dengan kamera DSLR. Bahkan EOS M50 memiliki tombol-tombol yang juga ada di DSLR seperti mode dial, main command dial, electronic viewfinder dan juga flash hot shoe. Semua tombol yang tersaji di seputar bodi EOS M50 membuat pengoperasian kamera ini sangat mudah. Belum lagi bodinya yang tak terlalu besar, membuat pengoperasian kamera bisa dilakukan dengan satu tangan. Belum lagi EOS M50 memiliki layar display yang Fully articulated sehingga pemotretan maupun pembuatan video menjadi sangat variatif karena bisa diambil dari berbagai angle.

Meskipun sudah dilengkapi dengan built-in flash namun Canon membekali kamera ini dengan hot shoe. Sehingga Gadgetarian bisa menggunakan flash light yang lebih besar maupun juga untuk eksternal microphone sesuai dengan kebutuhan. EOS M50 mampu memotret dengan kecepatan hingga 10 frame per second (fps). Mode silent shutter yang ada pada kamera ini dapat meminimalisir suara dan getaran saat memotret. Dengan harga body only 9 jutaan rupiah, memiliki kecepatan 10 fps sudah sangat bagus atau bahkan memiliki value yang lebih besar dari harganya.

EOS M50 menggunakan sensor APS-C dengan resolusi 24,1 megapiksel yang mampu menghasilkan foto dengan ukuran maksimal 6000 x 4000 piksel. Sensor gambar milik EOS M50 turut dibekali teknologi Dual Pixel AF yang mampu mengunci obyek bergerak saat melakukan continuous autofocus, baik saat memotret maupun merekam video. Selain itu M50 juga sudah menggunakan chip pengolah gambar (image processor) terbaru Canon, Digic 8. Semua teknologi yang ada pada Canon EOS M50 ada pada kamera DSLR. Sehingga EOS M50 layak disebut sebagai Value for Money Mirrorless Camera.

Canon EOS M50 dijual dengan harga Rp 9.000.000 (Body only) membuat kamera ini masuk dalam golongan kamera ramah kantong meski spesifikasinya memberikan lebih. Review lengkap Canon EOS M50 telah dimuat di TPLUS Magazine edisi 95 https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/tplus/ed-95-sep-2018

Sony A7 III

Sony adalah salah satu pionir untuk kamera mirrorless full frame karena sebelum mengeluarkan A7 III, Sony sudah memiliki A7R III dan A9. Itulah mengapa Sony begitu menguasai pangsa pasar kamera mirrorless kelas premium. Bahkan pada tahun 2017 lalu Sony mengeluarkan A9 yang merupakan kamera mirrorless full frame premium terbaik hingga saat ini. Sony A7 III yang muncul pada awal 2018 ini merupakan kamera mirrorless full frame dengan harga body only paling terjangkau diantara kamera sejenis lainnya. Berikut sedikit ulasan mengapa Sony A7 III kami masukkan sebagai salah satu Gadget of The Year 2018 versi TPLUS Magazine.

Walaupun tidak kami nobatkan sebagai kamera dengan “Value for money” terbaik, namun Sony A7 III bisa dianggap sebagai kamera mirrorless full frame dengan value for money terbaik. Hal ini karena kamera ini memiliki semua kehandalan yang diperlukan untuk fotografer profesional. Mulai dari desainnya yang nyaman digunakan hingga sensor ataupun mesin yang digunakan memiliki standar kamera pro. Memiliki kemampuan membuat foto dengan resolusi maksimum 6000×4000 piksel dan mampu memotret secara kontinyu dengan kecepatan hingga 10fps bisa dibilang murah dengan harga body only hanya Rp 30 jutaan. Setidaknya bagi Gadgetarian penggemar kamera Sony yang memiliki anggaran terbatas namun ingin memiliki kamera full frame, A7 III bisa menjadi jawaban.

Kamera ini juga memiliki kemampuan merekam video dengan pilihan kualitas yang lengkap hingga kualitas 4K. Hot shoe yang tersedia juga bisa digunakan untuk microphone eksternal walaupun tersedia built-in microphone. Berat bodi kamera yang hanya 600gr masih sangat nyaman untuk dibawa berkeliling mencari obyek foto yang bagus. Nah buat Gadgetarian yang masih ragu-ragu membeli kamera mirrorless full frame Sony jangan ragu lagi untuk menjatuhkan pilihan ke Sony A7 III. Semoga bermanfaat.

Nikon Z7

Inilah kamera mirrorless yang ditunggu-tunggu penggemar fotografi karena kamera ini merupakan kamera mirrorless full frame pertama dari Nikon. Tak hanya itu Nikon Z7 memiliki banyak keunggulan dari kompetitornya terutama yang berkaitan dengan ukuran. Kehadirannya yang ditandai dengan penghentian produksi Nikon 1 ini masuk ke Indonesia pada November 2018 ini dengan 4 lensa terbaru Z series. Nah seperti apa keunggulan Nikon Z7 dibanding para kompetiornya sehingga layak bertengger sebagai salah satu Gadget of The Year 2018, Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Nikon Z7 yang kehadirannya bersamaan dengan Z6 merupakan kamera mirrorless full frame dengan sensor dan lens mount terbesar dibanding kompetitor sejenisnya. Nikon Z7 memiliki sensor yang menghasilkan Effective pixels sebesar 46 MP dengan resolusi gambar maksimum sebesar 8256 x 5504. Kamera ini juga sudah menggunakan prosesor terbaru dari Nikon, Expeed 6 dan sangat sunyi saat digunakan berkat In-body stabilization. Saat kompetitornya menggunakan SD card untuk penyimpanannya, Z7 menggunakan XQD memory card dengan kecepatan tinggi. Ini adalah kelebihan sekaligus kekurangannya karena penggunaan XQD di Indonesia masih kurang populer. Akan lebih baik jika Nikon menyediakan dua slot kartu penyimpanan seperti Nikon D850 yang menyediakan slot untuk XQD card dan SD card.

Secara umum Nikon Z7 merupakan kamera keren baik dari bodi maupun kinerjanya apalagi buat Nikon lovers yang biasa menggunakan kamera DSLR akan mudah beradaptasi dengan Nikon Z7. Hal ini karena Nikon Z7 memiliki desain yang sangat mirip dengan kamera DSLR Nikon terutama pada tombol-tombolnya. Kamera yang body only dijual dengan kisaran harga Rp 50 jutaan ini dirasa masih sesuai dengan kualitasnya. Kesimpulannya Nikon Z7 merupakan kamera mirrorless full frame paling ideal soal harga walau masih ada beberapa kekurangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *