Banjir Jatim Tak Ganggu Layanan Indosat Ooredoo

Hujan deras selama beberapa jam yang melanda Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Banjir yang melanda 35 desa dan 7 kecamatan mengakibatkan ribuan warga terpaksa tinggal di pengungsian. Status tanggap darurat pun dikeluarkan Bupati Kabupaten Madiun mulai tanggal 6 hingga 19 Maret 2019. Keadaan ini merupakan hal yang rawan bagi layanan telekomunikasi seluler mengingat banjir yang menggenang hingga 2 meter berisiko menggangu kinerja BTS.

Kemungkinan terburuk adalah matinya sistem kelistrikan yang mengakibatkan BTS tidak berfungsi sedangkan listrik darurat yang menggunakan UPS hanya mampu bertahan hingga 4 jam saja.  Namun pihak Indosat Ooredoo tidak menyebutkan adanya gangguan layanan Indosat Ooredoo dan tidak ada laporan terkait gangguan layanan Indosat di wilayah terdampak banjir di Madiun dan sekitarnya.  Sehingga sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi terkait adanya gangguan layanan Indosat Ooredoo di wilayah terdampak banjir Jawa Timur.

Banjir yang melanda wilayah Madiun ini mendorong Indosat Ooredoo untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Indosat Ooredoo mengoperasikan Mobil Klinik untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir di lokasi pengungsian. Selain itu, Indosat Ooredoo juga mendonasikan sejumlah dana yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) dan memberikan bantuan komunikasi gratis berupa dompet pulsa kepada hampir 1 juta pelanggannya di wilayah Madiun yang berlaku hingga 22 Maret mendatang.