News

Dua Layar Laptop Untuk Apa?

Published

on

ASUS baru saja menghadirkan laptop flagship terbarunya ROG Zephyrus Duo (GX651) ke Indonesia.  Laptop dengan keutamaan dengan dua layar ini menjadi laptop gaming dual-screen OLED pertama dan satu-satunya di dunia berukuran 16 inci yang identik.   Kehadirannya semakin menegaskan kekuatan ASUS ROG di Indonesia dan juga dunia dalam hal teknologi dan inovasi.  Gadgetarian mungkin bertanya-tanya apakah manfaat laptop dengan dua layar ini?

Seperti slogan yang dibawa ASUS pada laptop ini yaitu See More, Do More. ROG Zephyrus Duo (GX651) tak hanya bisa memberikan kinerja yang maksimal namun juga memberikan keleluasaan pada penggunanya.  Dengan laptop ini Gadgetarian bisa lebih produktif dengan melakukan berbagai kegiatan secara multitasking dengan membuka banyak jendela sekaligus. Layar utama dan layar kedua sama-sama touchscreen, dengan inovasi mekanis ROG Zephyrus Duo (GX651AX) diwujudkan lewat kehadiran engsel trapesium yang kokoh, memungkinkan laptop bisa dilipat hingga sudut ekstrem 320°.

Mekanisme ini melahirkan 5 Versatile Modes (termasuk Laptop Mode, Dual-Screen Mode, Share Mode, Tent Mode, hingga Book Mode). Fleksibilitas ini disempurnakan oleh Detachable Magnetic Keyboard yang dilengkapi konektor Pogo Pin magnetis. Keyboard ini dapat dilepas pasang secara instan untuk kenyamanan mengetik yang ergonomis sekaligus secara otomatis mengisi daya baterainya saat menempel pada bodi laptop.  Dengan laptop ini Gadgetarian bisa menggunakannya secara bersama-sama dengan share mode dalam beberapa kebutuhan.

Menggunakan panel OLED resolusi 3K (WQXGA+) dengan refresh rate 120Hz dan response time ekstrem 0.2ms dengan arsitektur Flexible/Bent OLED khusus, di mana sirkuit bawah ditekuk secara presisi ke belakang bodi untuk memangkas jarak antar-layar seminimal mungkin. Dilapisi oleh Corning® Gorilla® Glass DXC, kedua layar ini tidak hanya mendukung touchscreen dan stylus yang responsif, tetapi juga memiliki sifat anti-reflective tingkat tinggi untuk kenyamanan visual di berbagai kondisi pencahayaan studio.

Exit mobile version