News
Adopsi AI Meluas Melampaui Sektor IT
Pada 2025 adopsi AI sudah semakin gencar dan banyak diterapkan terutama oleh perusahaan-perusahaan teknologi. Namun perkembangan adopsi AI ini semakin meluas tak hanya diterapkan oleh perusahaan teknologi saja namun juga hampir semua perusahaan. Hal ini karena adopsi AI dapat memberikan keuntungan karena efisiensi yang membuat perusahaan dapat menghemat biaya.
Lalu bagaimana dengan 2026 mendatang? Berdasarkan edisi ke-4 Lenovo CIO Playbook 2026 – The Race for Enterprise AI yang dikembangkan oleh Lenovo, Adopsi AI di seluruh Asia Pasifik terus dipercepat dan tidak lagi terbatas pada departemen IT. Sebanyak 66% organisasi telah melakukan uji coba atau mengadopsi AI secara sistematis, sementara 15% masih dalam tahap awal dan 19% sedang mempertimbangkan untuk melakukan adopsi.
ASEAN+ menunjukkan pola yang serupa, dengan 67% organisasi telah melakukan uji coba atau mengadopsi AI secara sistematis, 15% berada pada tahap awal, dan 18% lainnya tengah mengevaluasi adopsi. Di Indonesia sudah banyak perusahaan yang mengadopsi AI mulai dari industri manufaktur hingga jasa. Untuk sektor jasa, adopsi AI oleh perusahaan utamanya untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada pelanggannya.
Kedaulatan AI Menuju Indonesia Emas
AI semakin banyak diterapkan di berbagai bidang seperti layanan pelanggan, pemasaran, operasional, keuangan, serta lini bisnis spesifik industri lainnya, yang pada akhirnya mengubah cara perusahaan beroperasi dan bersaing. Adopsi AI memungkinkan perusahaan dapat melayani konsumennya selama 24 penuh tanpa harus menambah tenaga kerja sehingga menambah efisiensi serta meminimalkan kesalahan.
Yang menarik, setengah dari organisasi yang disurvei melaporkan bahwa departemen non-IT kini turut mendanai inisiatif AI, yang mana hal ini mengangkat peran CIO sebagai penggerak strategis di seluruh lini perusahaan. Berdasarkan insight riset dari IDC, sebanyak 96% organisasi berencana meningkatkan investasi AI dalam 12 bulan ke depan. Secara rata-rata, organisasi memperkirakan belanja AI akan tumbuh sebesar 15%, mencakup GenAI dan Agentic AI, layanan AI berbasis cloud publik, infrastruktur AI on-premise, serta solusi keamanan AI.

ki-ka-Fan-Ho-Executive-Director-General-Manager-Asia-Pacific-Solutions-Services-Group-Lenovo_-Thomas-Butler-Vice-President-World-Wide-Commercial-Portfolio-and-Product-Management-Lenovo_-Budi-Janto-Pre.