Coffee Break
Tips Memilih Printer Ekonomis dan “Murah”
Kata murah terutama untuk sebuah produk elektronik bisa berarti banyak hal, seperti harga jualnya maupun biaya operasionalnya. Hal ini terkait dengan biaya yang kita keluarkan dalam mengoperasikan perangkat elektronik tersebut. Harga jual yang murah belum tentu memberikan biaya operasional yang murah pula, karena bisa saja harga jual yang murah karena biaya operasionalnya tinggi. Sebagai contoh jika Gadgetarian membeli mobil Eropa bekas maka harganya akan jatuh dibanding harga barunya, hal ini karena ada stigma bahwa mobil Eropa boros bahan bakar dan harga suku cadang yang mahal.
Lalu bagaimana dengan barang elektronik seperti printer yang kita gunakan hampir setiap hari atau mungkin bahkan setiap hari tanpa henti. Biaya operasional printer berkaitan dengan konsumsi tinta, apakah irit atau boros. Bagi Gadgetarian yang menggunakan printer hanya sesekali saja mungkin tinta yang boros tidak terlalu dipermasalahkan namun akan sangat terasa bagi penggunaan yang intens seperti di kantor atau bahkan usaha pencetakan. Lalu bagaimana memilih printer yang benar?
Epson Hadirkan Printer Berbiaya Rendah
Penting bagi Gadgetarian untuk memahami konsep total cost of ownership atau total biaya kepemilikan. Banyak printer inkjet “murah” dijual di kisaran harga kurang dari 1 juta rupiah. Secara psikologis, harga ini sangat menggoda bagi mahasiswa atau rumah tangga yang baru memulai. Namun, tantangannya muncul saat tinta habis. Mengganti satu set kartrid orisinal sering kali menghabiskan biaya setara dengan 30 hingga 50 persen harga printer itu sendiri. Jika Gadgetarian mencetak lebih dari 10 lembar dalam sebulan, biaya kartrid ini akan dengan cepat melampaui harga printer dalam waktu satu tahun.
Sebaliknya, printer ink tank memang membutuhkan investasi awal yang lebih tinggi, seringkali di atas 1,5 juta rupiah. Namun, investasi ini akan terbayar lunas dalam jangka panjang. Biaya per lembar cetaknya menjadi sangat rendah, yang memungkinkan pengguna untuk mencetak dokumen, tugas, atau label usaha tanpa perlu merasa terbebani oleh setiap tetes tinta yang keluar. Jika Gadgetarian akan membeli printer dan menginginkan printer yang ekonomis pilihlah printer dengan kemampuan cetak yang tinggi. Gadgetarian bisa melihat di spesifikasinya yang mencantumkan jumlah lembar per botol, makin banyak makin baik.
Nah sudah