Connect with us

News

BSSN Lanjutkan Kerjasama dengan Huawei

Published

on

Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN) dan Huawei melanjutkan kerjasamanya di bidang pengembangan pengetahuan di bidang keamanan siber setelah keduanya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama keamanan siber.  Kerjasama BSSN dan Huawei ditandatangani oleh Nugroho Sulistyo Budi, Kepala BSSN dan Guo Hailong, CEO Huawei Indonesia, disaksikan oleh Sean Yang, Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer.

Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pengembangan Keamanan Siber antara BSSN dan Huawei pertama kali ditandatangani pada 29 Oktober 2019, kemudian diperbarui pada tahun 2021 dan 2023. Hingga saat ini, kemitraan tersebut telah menghasilkan lebih dari 200 kegiatan kolaboratif yang melibatkan lebih dari 39.000 peserta, termasuk berbagai program pengembangan keterampilan khusus di bidang pertahanan berbasis AI dan keamanan siber industri, sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem keamanan siber di Indonesia.

Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pengembangan Keamanan Siber antara BSSN dan Huawei pertama kali ditandatangani pada 29 Oktober 2019, kemudian diperbarui pada tahun 2021 dan 2023. Hingga saat ini, kemitraan tersebut telah menghasilkan lebih dari 200 kegiatan kolaboratif yang melibatkan lebih dari 39.000 peserta, termasuk berbagai program pengembangan keterampilan khusus di bidang pertahanan berbasis AI dan keamanan siber industri, sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem keamanan siber di Indonesia.

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, mengapresiasi Huawei Indonesia atas kemitraan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pembaruan Nota Kesepahaman ini bukan sekadar memperpanjang masa kerja sama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun kapasitas keamanan siber nasional.  Sean Yang, Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer, menegaskan bahwa kolaborasi mendorong kemajuan, dan landasan dari kolaborasi adalah kepercayaan.

“Pada akhirnya, interaksi kita di dunia ini didasarkan pada kepercayaan. Membangun ekosistem kepercayaan digital yang tangguh memerlukan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap semua pemangku kepentingan utama di bidang keamanan siber dapat semakin mempererat kolaborasi untuk saling mendukung. Dengan bekerja sama, kita dapat membangun dunia cerdas yang berlandaskan kepercayaan digital. Oleh karena itu, hari ini menandai tonggak penting bagi kerja sama keamanan siber kita. Sekali lagi, terima kasih kepada BSSN atas kolaborasi yang bermanfaat dalam mengembangkan ekosistem digital yang aman dan tepercaya di Indonesia,” ujar Sean Yang.

Kemitraan pemerintah dan swasta ini telah menghasilkan berbagai inisiatif, mulai dari penyusunan makalah riset bersama, penyelenggaraan seminar, pelatihan, kampanye peningkatan kesadaran, asesmen tingkat kematangan (maturity assessment), pengembangan kapabilitas, hingga berbagi praktik terbaik berdasarkan standar global. Sinergi ini juga menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam memitigasi tantangan keamanan di era AI dan komputasi kuantum, sekaligus membangun ekosistem digital yang tangguh melalui pertukaran pengetahuan lintas negara dan pengembangan talenta secara berkelanjutan.