Connect with us

News

realme Menyerah di Tiongkok

Published

on

Kabar realme akan menghentikan penjualannya di Tiongkok membuat kaget banyak orang termasuk pengguna realme di Indonesia.  Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait keberlangsungan merek realme di Indonesia.  Kabar ini bermula dari unggahan Bos realme China Xu Qi Chase di media sosial Weibo berbahasa Mandarin dengan judul yang kira-kira seperti ini, “Terima kasih kepada setiap penggemar sejati yang pernah berbagi masa muda dan semangat bersama kami. Semoga kita semua dapat terus melangkah maju di jalur masing-masing, berani melampaui batas.”

Keputusan Chase ini diambil agar perusahaan dapat fokus mengarungi pasar global termasuk Eropa.  Dalam unggahannya tersebut Chase mengungkapkan bahwa belajar fokus membutuhkan keberanian besar.  “Saya mengumumkan akan menghentikan bisnis realme di China untuk sementara waktu,” ujar Chase.  Meski demikian Chase menjamin para pengguna realme di Tiongkok tetap akan mendapatkan layanan purna jual dan garansi yang masih berlaku.

Kabar ini berlanjut dengan kabar akan kembali bersatunya realme dengan OPPO karena realmeUI juga kan dihapus dan perangkat realme akan menggunakan ColorOS, sistem operasi yang selama ini digunakan OPPO.  Pasar Eropa selama ini memang belum dapat ditaklukkan realme, mengingat di kawasan ini banyak merek-merek besar yang bermain.  Belum lagi realme yang sejak awal dicap sebagai merek smartphone kelas menengah bawah menjadi salah satu batu sandungan untuk dapat berbicara di pasar Eropa.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia?  Belum ada pengumuman secara resmi dari realme Indonesia, namun beberapa sumber menyebutkan memang realme dan OPPO akan bersatu.  Namun secara garis besar hal ini tak akan memberikan dampak yang negatif bagi konsumen, apalagi selama ini produk realme yang dijual di Indonesia juga di produksi oleh pabrik OPPO di Tangerang.