Connect with us

News

Harga Hape Makin Gile

Published

on

Dalam beberapa hari belakangan, banyak produsen smartphone yang menghadirkan smartphone barunya ke Indonesia. Samsung contohnya yang menghadirkan Galaxy A27 5G serta Xiaomi yang menghadirkan seri Redmi Note 17, namun ada hal yang membuat kita bergumam yaitu harganya. Harga yang ditawarkan oleh produsen smartphone pada produk barunya dirasa sangat mahal, lebih mahal dibanding seri sebelumnya.

Samsung membanderol Galaxy A27 5G 8/256GB pada harga retail Rp 6.299.000. Padahal pada saat Samsung menghadirkan Galaxy A26 5G tahun lalu, smartphone ini dibanderol hanya Rp 3 jutaan saja. Harga jual smartphone di Indonesia sepanjang 2026 mengalami kenaikan signifikan, rata-rata naik sekitar 15–25% dibanding tahun sebelumnya. Tren ini dipicu oleh lonjakan harga komponen, terutama chip memori, serta pergeseran pasar ke segmen premium.

Kenaikan harga ini tak hanya pada smartphone kelas menengah saja namun juga pada kelas flagship bahkan kelas entry level. Galaxy A07 yang rilis tahun lalu dibanderol dengan harga Rp 1,7 jutaan namun kini Samsung menjual Galaxy A08 4GB/64GB seharga Rp2.999.000 dan 4GB/128GB seharga Rp3.599.000. Ini berarti jika dibandingkan seri sebelumnya, Galaxy A08 jelas mengalami peningkatan lebih dari 50% jika dibanding Galaxy A07 saat diluncurkan.

Tak hanya Samsung, di situs resmi Xiaomi Indonesia Redmi Note 17 (4G) 6GB + 128GB dijual seharga Rp3.549.000 dan varian 6GB + 256GB: Rp3.999.000. Meski lebih baik dari Samsung Galaxy A08 yang harganya lebih mahal, namun banderol harga Redmi Note 17 masih terbilang mahal, apalagi karena Xiaomi sudah terlanjur dicap sebagai pembuat smartphone murah. Ini berarti Konsumen berisiko membeli perangkat dengan harga lebih tinggi tetapi fitur lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Parahnya, harga smartphone yang rilis tahun lalu juga ikutan naik harganya sehingga Gadgetarian tak bisa mengambil pilihan untuk membeli smartphone lawas yang masih bagus.  Contohnya adalah Galaxy A17 4G yang saat peluncurannya tahun lalu dibanderol dengan harga Rp 3.699.000 untuk varian 8GB/128GB kini dibanderol dengan harga Rp 4.999.000 di situs resmi Samsung Indonesia.

Pengamat menilai kenaikan harga smartphone di Indonesia pada 2026 bukan sekadar akibat inflasi, tetapi juga krisis global chip dan memori. Mereka menekankan bahwa konsumen kini harus lebih cermat menilai faktor daya tahan baterai, dukungan software, dan kualitas fisik, bukan hanya spesifikasi RAM atau storage. Nah jika sudah demikian Gadgetarian kini harus nlebih cermat dalam memilih smartphone ya.  Atau bisa juga menunggu saat-saat dimana banyak promo menarik seperti diskon pada saat tanggal kembar seperti 10.10 atau Harbolnas yang banyak menawarkan smartphone dengan harga coret.

Continue Reading