Connect with us

News

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan di NTT

Published

on

Beberapa waktu lalu gempa melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan membuat beberapa wilayah tersebut berdampak rusaknya rumah-rumah penduduk serta bebrapa korban luka.  Selain rumah penduduk, gempa yang juga sempat berpotensi tsunami ini juga membuat beberapa infrastruktur rusak seperti jalan hingga menara telekomunikasi.  Agar layanan seluler dapat tetap berjalan, beberapa operator seluler bergerak untuk memperbaikinya.

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi pasca gempa yang berdampak pada sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya pemulihan yang dilakukan tim teknis menunjukkan perkembangan positif, dengan jumlah BTS yang mengalami gangguan terus berkurang secara signifikan, sehingga layanan mulai pulih bertahap.

Pada fase awal penanganan tercatat sebanyak 91 BTS mengalami gangguan. Hingga Selasa (18/8), jumlah tersebut telah berkurang menjadi sekitar 5 BTS saja. Tim XLSMART terus melakukan penanganan secara intensif untuk memulihkan seluruh BTS yang masih terdampak.

Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra, Donny Darmawan, mengatakan, “Prioritas kami adalah mempercepat pemulihan jaringan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat berkomunikasi, terutama dalam situasi pasca bencana. Penurunan jumlah BTS yang terdampak menunjukkan bahwa proses pemulihan terus berjalan, dan tim teknis kami akan tetap bekerja hingga layanan kembali normal.”

Upaya pemulihan dilakukan melalui koordinasi antara Network Operation Center (NOC), tim regional NTT, serta tim teknis di lapangan. XLSMART juga menyiagakan dukungan daya berupa 7 genset permanen dan 16 genset portabel untuk membantu operasional jaringan di sejumlah lokasi yang mengalami kendala pasokan listrik.

Selain pemulihan BTS, tim teknis juga melakukan perbaikan jalur fiber optik yang terdampak, pengalihan trafik melalui jalur alternatif, serta mobilisasi perangkat dan sumber daya ke area gangguan. Kondisi medan dan sejumlah titik longsor menjadi tantangan dalam proses penanganan, namun pemulihan terus dilakukan secara intensif.