Connect with us

Game

Maple Haven City Rush, Game Sederhana tapi Seru

Published

on

Tantangan dalam game akan dinilai berbeda-beda oleh tiap gamer. Ada yang berpendapat game menantang itu harus yang sulit. Padahal tidak selalu seperti itu. Maple Haven City Rush yang diadaptasi dari serial animasi YouTube Indonesia populer mungkin bukanlah tergolong game yang sangat menantang, tetapi jelas cukup seru untuk dimainkan karena tantangan akan selalu ada bahkan di game kasual sekalipun.

Di game side scrolling ini Gadgetarian gak perlu pusing mikirin kontrol karena kendali di sini amatlah mudah. Tekan layar untuk melompat. Selebihnya karakter akan bergerak otomatis. Walau begitu, Gadgetarian harus pintar-pintar menentukan timing kapan harus melompat karena jalan yang Gadgetarian tempuh memiliki banyak rintangan.

Rintangan pertama berupa karakter lain, seperti orang menyapu, lebah, drone hingga keranjang belanja. Karakter memiliki bar health yang akan berkurang jika keseringan menabrak rintangan termasuk karakter-karakter di jalan tadi. Ketika memainkannya, game ini mengingatkan kami sama Mario Bros di Nintendo dulu, dan memang mirip dari aspek gameplay. Namun, tetap ada bedanya.

Di game ini, ketika karakter menabrak karakter-karakter lain maka bar health akan berkurang. Kita tidak bisa menghabisi para pengganggu itu. Yang bisa dilakukan hanya menghindarinya saja. Sangat disayangkan, padahal dibikin mirip plek ketiplek sekalian juga gak apa-apa, lho.

Rintangan kedua ada pada tata letak platform-nya. Entah disengaja atau tidak, ada beberapa platform yang bisa mengurangi health bar dan bentuknya tidak didesain secara menonjol untuk menunjukkan bahwa itu berbahaya. Mungkin memang disengaja supaya tingkat kesulitannya cukup bikin geregetan? Nggak tahu juga. Ada pula platform yang ketika kita jatuh di titik tertentu maka akan langsung terjun bebas ke bawah tanah.

Terus apa yang dikejar di game ini? Titik akhir yang ditandai dengan bendera. Nah, kan mirip Mario Bros. Bahkan ketika berhasil mencapai garis finish, musiknya pun mirip-mirip. Dan di sepanjang perjalanan tentunya ada banyak koin tersebar yang bisa digunakan untuk membeli beragam power up, seperti magnet untuk menarik koin, shield, Dash, dan lain-lain.

Akan tetapi yang paling sulit ketika harus mengambil daun maple. Game menargetkan maksimal Gadgetarian harus bisa mengambil lima daun maple di tiap level yang nantinya diperlukan untuk membuka chapter selanjutnya. Sebetulnya posisi daun maple tidak benar-benar diletakkan di area yang sulit dijangkau. Yang bikin susah karena mekanik game-nya yang auto running sehingga ketika kelewatan sedikit saja maka nggak bisa balik lagi. Jadi, kalau mau mengambil semua daun maple, ya ngulang-ngulang level.

Selain itu, desain lingkungannya yang itu-itu saja bikin game sedikit membosankan secara visual. Grafisnya tidak bisa dibilang istimewa meskipun tergolong cukup halus. Kami sempat kepikiran, kenapa nggak sekalian dibikin gaya pixel saja.  Di bayangan kami malah akan terlihat jauh lebih menarik. Musiknya pun tidak istimewa meskipun masih asyik didengar sebagai musik latar.

Game ini memiliki tiga mode, yakni story, endless, dan event. Kami lebih senang memainkan mode story karena game menyelipkan sedikit cerita sekaligus kita akan mendapatkan karakter baru. Sayangnya, untuk saat ini hanya dua karakter saja yang bisa dimainkan dengan kemampuan berbeda-beda. Bahkan belum bisa gonta-ganti skin karena masih belum tersedia.

Aspek dan fitur di game ini juga masih sedikit. Kami hanya butuh sekitar dua jam saja untuk menyelesaikan mode story, dan baru tersedia dua chapter saja. Mungkin ke depannya akan disiapkan chapter serta level baru. Yang jelas, meskipun tidak istimewa, Maple Haven City Rush masih cukup seru dimainkan, apalagi kalau Gadgetarian punya anak atau keponakan, bisa tuh diajak main game ini. Nggak ada pula iklan nyelonong tiba-tiba kecuali kalau hanya untuk mengambil bonus tertentu. Kami yang tua aja seneng maininnya.

GRATIS

(Apple App Store, Google Play)

Continue Reading