Connect with us

Coffee Break

Tips Aman Nonton Streaming Piala Dunia

Published

on

FIFA World Cup 2026 yang diselenggarakan di Benua Amerika sudah bergulir dan membuat semua mata di dunia menuju kesana. FIFA World Cup 2026 diperkirakan akan ditonton oleh lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia, menjadikannya ajang olahraga dengan jumlah penonton terbesar di dunia. Dari 6 miliar penonton tersebut, hanya sekira 6,5 juta orang yang menonton secara langsung ke 16 stadion di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko dan selebihnya menonton tayangan streaming dari beragam penyedia layanan di seluruh dunia. FIFA memperkirakan 5–6 miliar total penonton global, dengan sekitar 40%–45% menggunakan layanan streaming digital.

Apa yang diperkirakan FIFA juga berlaku di Indonesia karena Tren menonton tayangan digital ini memang semakin tinggi mengingat semakin baiknya jaringan internet di Indonesia. Pertandingan malam hari di FIFA World Cup 2026 bisa disaksikan di Indonesia pada pagi dan siang hari. Itulah mengapa banyak yang menyaksikan tayangan langsungnya dari smartphone dimanapun berada termasuk saat perjalanan menuju kantor baik di commuter line maupun di bus. Belum lagi mereka yang tidak sempat menonton secara real time dan menonton siaran ulangnya di saat jam istirahat kantor.

Ingar bingar FIFA World Cup 2026 ini tak hanya menimbulkan perputaran ekonomi yang luar biasa namun juga potensi serangan siber yang juga sangat besar. 6 miliar penonton berpotensi menjadi sasaran serangan siber dan membuat FIFA World Cup 2026 sebagai ajang hiburan global dengan permukaan serangan siber (attack surface) terbesar dalam sejarah. FIFA World Cup 2026 ini diperkirakan bakal menjadi target yang menarik bagi para pelaku kejahatan siber. Tak hanya menyasar penyelenggara dan pelaku bisnis, para penggemar yang menonton dari rumah maupun menghadiri acara nonton bareng juga berpotensi menjadi sasaran.

Gadgetarian yang gemar menonton siaran langsung sepakbola, hendaknya menonton melalui kanal resmi yang berbayar karena kemanannya lebih terjamin. Hindari menonton FIFA World Cup 2026 melalui situs streaming ilegal yang menawarkan tayangan gratis karena berpotensi mencuri data pengguna. Perangkat Gadgetarian juga berpotensi disusupi malware dari situs-situs yang menawarkan akses streaming gratis untuk menonton FIFA World Cup 2026 karena pada 2025 lalu ransomeware juga menyerang individu. Hindari juga melakukan pembelian lewat aplikasi luar atau aplikasi pembayaran antarindividu. Gunakan fitur perlindungan transaksi jika memungkinkan.

Menurut laporan ESET Threat Report 2025 ransomware tidak hanya menyasar perusahaan besar. UKM, institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga individu menjadi target empuk, terutama yang belum memiliki sistem keamanan berlapis atau kebiasaan digital yang aman. Karenanya Gadgetarian juga harus ekstra waspada dalam mengakses streaming pertandingan di ajang FIFA World Cup 2026 karena kini para penjahat siber sedang mengincar Gadgetarian dengan berbagai cara.

Selama perhelatan FIFA World Cup 2026, Gadgetarian juga diharapkan waspada pada penyebaran kode QR berbahaya di ruang publik maupun acara nonton bareng yang dapat mengarahkan Gadgetarian ke situs phishing. Gadgetarian harus waspada terhadap kejahatan siber melalui NFC karena juga ESET juga mencatat lonjakan signifikan pada serangan berbasis NFC, dengan peningkatan deteksi hingga 87 persen pada paruh kedua 2025 lalu. Belum lagi Malware lama seperti Ngate, yang pertama kali ditemukan oleh ESET, kini berkembang dengan fitur pencurian kontak serta RatOn yang memperkenalkan kombinasi langka antara remote access trojan (RAT) dan serangan relay NFC.

Selain menggunakan layanan streaming terpecaya dan resmi, Gadgetarian juga sebaiknya menghindari penggunaan jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman karena berisiko disusupi para penjahat siber. Gadgetarian sebaiknya menggunakan jaringan siber pribadi yang lebih aman dan bahkan sudah terpasang anti Spam dan Scam. Saat berada di ruang publik Gadgetarian sebaiknya mencurigai setiap kode QR yang dipasang di tempat umum karena hal ini dapat mengarahkan Gadgetarian ke situs phishing atau upaya pencurian data.