Connect with us

News

Peluang Cukup Besar, Signify Coba Gandeng Pemerintah Daerah

Published

on

Kebutuhan akan pencahayaan seperti lampu di Indonesia sangat besar baik untuk rumahan maupun skala kota.  Jutaan bahkan miliaran lampu kini sudah terpasang di rumah-rumah penduduk di seluruh Indonesia.  Hal ini menjadi peluang yang sangat menarik bagi produsen lampu untuk dapat memenuhi kebutuhan lampu penerangan.  Salah satu produsen lampu yang sudah lama berkiprah di pasar Indonesia adalah Philips yang kini dikelola oleh Signify dan menjadi pemimpin pangsa pasar pencahayaan di Indonesia.

Lampu Philips sudah ada di Indonesia sejak lebih dari seratus tahun sehingga namanya sangat dikenal masyarakat meskipun kini banyak bermunculan produk lain di Indonesia.  Dibawah Signify, Philips mencoba terus memberikan inovasi dengan menghadirkan produk baru ke pasar Indonesia dengan berbagai produk beragam dengan kualitas tinggi yang tahan lama atau awet.  Itulah mengapa slogan terus terang Philips terang terus menjadi sangat terkenal di Indonesia hingga ke pelosok Tanah Air.

Dalam sebuah acara, Lucas Ardhana, Director – Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia mengungkapkan bahwa kini sudah ada sekira 80 desa terpencil di Indonesia sudah mendapatkan pencahayaan lampu Philips.  Lucas mengungkapkan produk yang digunakan tergantung dari lokasi dan faktor geografis, sehingga jika desa tersebut tidak memiliki aliran listrik maka Philips menggunakan lampu bertenaga solar atau matahari.  Pengembangan produk yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia diperkuat dengan hadirnya divisi Research and Development (R&D) skala lokal di Karawang.

Kini Signify menjadi produsen pencahayaan yang menerangi banyak kota dan kabupaten di Indonesia melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dengan berbagai skema kerjasama.  Menghadirkan infrastruktur penerangan di daerah tidaklah mudah karena menyangkut bujet dan dana yang tidak sedikit, karenanya diperlukan political Will dari pemerintah ditengah banyaknya permasalahan termasuk masalah data.  Karena data yang tidak valid membuat pembangunan tidak tepat sasaran sehingga mubazir.

Signify dan pemerintah di daerah sepakat bahwa sudah saatnya pencahayaan tidak hanya untuk kebutuhan dasar saja terutama di daerah, pencahayaan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian.  Karena daerah yang infrastruktur pencahayaannya sudah baik akan dapat menarik investasi ke daerah tersebut.  Itulah mengapa Signify menerapkan beberapa model kerjasama seperti sistim sewa, dimana Signify yang menyediakan lampunya dan pemerintah daerah membayar cahaya yang diberikan dengan satuan lumens.

Skema lainnya yang juga menarik adalah rekondisi lampu lama yang sudah habis masa pakainya dengan produk baru.  Hal ini terjadi di Jakarta ketika Pemerintah DKI Jakarta hendak mengganti ratusan ribu lampu di Jakarta, agar tidak menghasilkan sampah elektronik maka Signify bersedia untuk mengganti komponen utamanya saja sedangkan rumah lampunya tetap digunakan dan tidak dibuang.  Pemda DKI Jakarta juga melakukan donasi lampu lama yang masih layak pakai kepada daerah lain yang membutuhkan.

Hal inilah yang membuat Lucas merasa percaya diri terhadap keberlangsungan bisnis Signify di Indonesia dengan menggandeng pemda di Indonesia.  Lucas juga mengungkapkan bahwa pengembangan smart city di Indonesia juga memiliki prospek yang sangat bagus meskipun terdapat masalah politis yang menjadi kendala keberlanjutan pengembangan smart city.