Connect with us

Electric Vehicle

Baterai Mobil BYD Bisa Terisi Penuh dalam 9 Menit

Published

on

Salah satu teknologi yang terus dikembangkan industri mobil listrik dunia adalah pada baterai yang menjadi komponen utamanya.  Tak hanya baterai dengan kapasitas yang semakin besar namun juga teknologi baterai yang memiliki waktu pengisian cepat.  Hal ini penting karena kendala utama dari mobil listrik adalah masalah waktu pengisian daya yang lama hingga berjam-jam.  Namun pengembangan teknologi yang terus dilakukan membuat pengisian daya mobil listrik kini semakin cepat, seperti yang dilakukan oleh BYD.

BYD kembali menetapkan standar baru dalam industri kendaraan listrik dengan mencatatkan rekor dunia dalam teknologi pengisian daya cepat. Teknologi terbaru yang dikembangkan BYD memungkinkan kendaraan memperoleh daya yang cukup untuk kembali digunakan hanya dalam waktu sekitar 5 menit, sementara proses pengisian hingga penuh dapat diselesaikan dalam 9 menit. Pencapaian ini menjadi langkah besar dalam menjawab salah satu tantangan utama adopsi kendaraan listrik, yaitu waktu pengisian daya yang selama ini dianggap lebih lama dibandingkan proses pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

Inovasi tersebut menghadirkan perspektif baru terhadap pengalaman kepemilikan kendaraan listrik. Dengan waktu pengisian yang semakin singkat, pengguna tidak lagi perlu menunggu dalam waktu lama untuk melanjutkan perjalanan. Hal ini memberikan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi, baik untuk kebutuhan mobilitas harian, perjalanan bisnis, maupun perjalanan jarak jauh yang membutuhkan pengisian daya di tengah perjalanan.

Kemampuan pengisian ultra-cepat tersebut juga berpotensi mengurangi kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh dan ketersediaan waktu untuk mengisi daya. Pengguna dapat memanfaatkan waktu singkat saat beristirahat, menikmati kopi, atau singgah di rest area untuk mengisi baterai kendaraan sebelum kembali melanjutkan aktivitas. Dengan demikian, pengalaman menggunakan kendaraan listrik menjadi semakin praktis, efisien, dan mendekati kenyamanan yang selama ini identik dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Melalui terobosan ini, BYD semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin inovasi kendaraan listrik global, sekaligus mendorong percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan mudah diakses oleh lebih banyak pengguna di masa depan.  Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. and General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, menegaskan bahwa pengenalan kedua inovasi ini di Indonesia merupakan bagian dari upaya BYD untuk memperluas akses konsumen terhadap kemajuan teknologi global, khususnya di pasar strategis seperti Indonesia.

“Bagi BYD, inovasi teknologi bukan sekadar tentang menciptakan terobosan baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Melalui Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging, kami terus mendorong batas kemampuan teknologi kendaraan listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin praktis dan nyaman. Pengenalan teknologi ini di Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk membawa kemajuan teknologi global BYD lebih dekat kepada konsumen Indonesia,” ujar Liu.

Langkah ini mencerminkan komitmen BYD dalam menghadirkan inovasi baterai dan teknologi pengisian daya yang mengutamakan kenyamanan serta pengalaman premium, termasuk melalui kehadiran DENZA di Indonesia. Berawal sebagai pelopor teknologi baterai lebih dari tiga dekade lalu, BYD terus berkembang di sektor kendaraan energi baru dan solusi energi bersih. Pada 2022, BYD menjadi produsen otomotif pertama yang menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar murni (ICE) dan sepenuhnya berfokus pada kendaraan energi baru, termasuk Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM), sebagai bagian dari upayanya mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan.

Continue Reading