Coffee Break
Jangan Sepelekan Hal Sepele Demi Keamanan
Beberapa waktu lalu ramai dibicarakan terkait tidak bisa diaksesnya web Tempo.co karena serangan siber. Diluar faktor politis namun serangan ini sering terjadi di banyak situs dengan cara yang bermacam-macam. Dikutip dari akun Instagram Tempo, kejadian yang menimpa web Tempo.co adalah akibat serangan DDoS (Distributed Denial of Service) atau jenis serangan siber yang bertujuan membuat sebuah layanan, website, atau server tidak bisa diakses dengan cara membanjiri sistem target menggunakan trafik palsu dalam jumlah sangat besar.
Serangan DDoS seperti sebuah jalan yang atau lengang pada awalnya namun berubah menjadi ramai dan padat sehingga menimbulkan kemacetan yang membuat kendaraan lain tak bisa masuk ke jalan tersebut. Serangan DDoS ini melibatkan ribuan hingga jutaan perangkat (komputer, ponsel, IoT) mengirimkan permintaan ke server target secara bersamaan. Akibatnya, server kehabisan sumber daya dan menjadi lambat atau bahkan mati sehingga situs tidak bisa diakses oleh siapapun.
Apa yang menimpa Tempo merupakan salah satu serangan siber yang terjadi setiap hari, belum lagi serangan SPAM dan SCAM kecil kecilan yang menimpa perangkat lain seperti smartphone. Dikutip dari TribunNews.com, Jumlah serangan siber di Indonesia pada tahun 2026 sangat tinggi, hingga pertengahan April saja sudah tercatat sekitar 1,52 miliar serangan. Angka ini melanjutkan tren ekstrem dari tahun 2025, ketika total serangan mencapai 5,5 miliar.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia memang memberikan dampak positif bagi perekonomian, namun dilain pihak ancaman kejahatan siber juga terus meningkat. Transaksi online, belanja digital, dan penggunaan internet melalui perangkat seluler memberi jalan dan ruang yang lebih luas bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan. Sepanjang Januari 2024 hingga April 2026, Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat lebih dari 548.000 laporan kejahatan siber. Laporan sebanyak itu didominasi oleh laporan tentang penipuan online dan phishing.
Bagi sebuah korporasi, serangan siber bisa diatasi dengan menggunakan jasa layanan keamanan siber seperti ESET yang merupakan perusahaan keamanan siber asal Slovakia. ESET dikenal dengan produk antivirus dan solusi perlindungan internet untuk individu, bisnis kecil, hingga perusahaan besar. Mereka menawarkan perlindungan terhadap virus, malware, ransomware, spyware, phishing, serta keamanan jaringan dan data dengan teknologi berbasis AI.
Namun jika Gadgetarian pernah mendapatkan salah satu serangan digital tersebut bisa jadi hal ini karena Gadgetarian sering mengabaikan hal-hal yang sepele seperti mengklik tautan yang mencurigakan. Tanpa disadari, menggunakan kata sandi yang lemah, atau mengakses jaringan yang tidak aman dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk mencuri data maupun mengambil alih akun Gadgetarian. Karenanya ada baiknya jika Gadgetarian membiasakan untuk melakukan beberapa hal sepele tadi agar terhindar dari risiko serangan siber.
Ada beberapa hal sepele yang bisa dilakukan Gadgetarian agar terhindar dari serangan siber seperti tak mudah mengklik tautan yang muncul di layar smartpgone maupun perangkat komputasi lainnya, karena bisa saja tautan tersebut menjadi jalan masuk bagi pelaku kejahatan siber. Gadgetarian juga jangan malas melakukan update sistem operasi, aplikasi, dan antivirus dengan versi terbaru. Update yang dilakukan Gadgetarian dapat menutup celah keamanan yang sering dimanfaatkan peretas.
Penggunaan kata sandi yang kuat juga menjadi salah satu hal untuk mencegah serangan siber yang merugikan kita. Gadgetarian bisa menggunakan kata sandi minimal 14 karakter dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol untuk memperkuat perlindungan. Namun jika Gadgetarian memiliki banyak perangkat dan kawatir lupa kata sandinya, Gadgetarian bisa menggunakan Gunakan kata sandi minimal 14 karakter dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
Hal sepele lainnya yang sering kita abaikan adalah memberikan izin penggunaan cookie saat mengunjungi sebuah situs web. Karena ingin cepat memasuki halaman yang dituju, banyak orang langsung mengklik tombol “Terima Semua” tanpa membaca atau memeriksa pengaturannya terlebih dahulu. Biasakan untuk lebih cermat saat memberikan izin penggunaan cookie atau membaca terlabih dahulu pengaturan privasi dan menolak cookie yang tidak diperlukan.
Hal ini karena cookie juga bisa digunakan untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai situs web guna mengumpulkan data tentang kebiasaan dan minat mereka untuk menampilkan iklan yang sangat tepat sasaran. Dalam beberapa kasus, data tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat modus penipuan atau phishing yang terasa lebih meyakinkan karena disesuaikan dengan aktivitas online korbannya.
Jika Gadgetarian ingin mendapatkan banyak masukan tentang keamanan siber, Gadgetarian dapat mengakses www.awanpintar.id dan mendapatkan banyak informasi terkait keamanan siber secara gratis. Jika ragu terhadap sebuah file yang diterima, Gadgetarian dapat menggunakan fitur scan file secara gratis untuk mengetahui apakah file yang diterima gadgetarian tersebut aman atau tidak. Semoga bermanfaat.