News
ESET Hadirkan Layanan dengan Response Time Deteksi Ancaman Hanya 6 Menit
Jika Gadgetarian baru saja memiliki bayi pasti merasakan bagaimana susahnya tidur karena bayi kita karena selalu rewel setiap jam untuk digendong atau diganti popoknya. Bagaimana jika kita mendapat gangguan bahkan hingga setiap detik? tentu akan sengsara. Itulah yang diarasakan para pekerja IT mulai dari staf hingga manajernya saat ini dimana serangan siber tak pernah berhenti. Menurut laporan AwanPintar.id, terjadi 133.439.209 serangan siber sepanjang Semester 1 tahun 2025, atau rata-rata 9 serangan per detik, 512 serangan per menit, 30.718 serangan per jam, atau 737.233 serangan per hari.
Sedemikian pentingnya kemanan siber membuat korporasi harus mengalokasikan anggaran hingga 13% dari anggaran ITnya untuk keamanan siber dengan menempatkan banyak staf yang dapat mengawasi layanan sibernya selama 24 jam. Namun manusia memiliki keterbatasan sehingga pengawasan terhadap serangan siber tak bisa 100% dilakukan oleh manusia. Korporasi juga membutuhkan sistem atau layanan dari penyedia solusi keamanan siber agar dapat memberikan pengawasan terhadap serangan siber lebih maksimal.
Karenanya para pengguna layanan digital terutama korporasi, terus mencari layanan keamanan siber yang mampu mendeteksi secara cepat setiap serangan siber karena mereka tak memiliki tim yang selalu siaga penuh. ESET, pemimpin global dalam solusi keamanan siber, resmi meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia. Dengan Mean Time to Respond (MTTR) hingga rata-rata 6 menit saja, kehadiran solusi ini menjadi angin segar bagi korporasi yang selama ini kewalahan menjaga sistem.
Produk baru yang diperkenalkan ESET ini menjadi sangat penting di tengah lanskap ancaman siber Indonesia yang terus meningkat karena jika pada 2025 lalu terdapat 9 serangan per detik kini bahkan mencapai 16 serangan siber per detik, berdasarkan laporan terbaru AwanPintar.id. Di tengah kompleksitas regulasi serta potensi kerugian finansial yang besar, layanan ESET Managed Detection and Response (MDR) hadir untuk meringankan beban tim IT dengan mengambil alih tugas analisis ancaman dan proteksi aktif, terutama saat tim internal tidak sedang bertugas.
Layanan ini bekerja secara otomatis dengan sistem deteksi canggih, yang kemudian dipadukan dengan pengawasan langsung dari para pakar keamanan siber global ESET. Keunggulan ESET MDR semakin diperkuat dengan dukungan penuh dari PT Prosperita Mitra Indonesia, selaku distributor eksklusif ESET di Indonesia dan Timor Leste. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap organisasi mendapatkan perlindungan menyeluruh, mulai dari deteksi dini hingga respons cepat terhadap ancaman, sehingga operasional bisnis tetap aman dan berkelanjutan.
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh mengungkapkan bahwa ancaman siber hari ini bergerak dalam hitungan detik, sementara banyak tim IT terjebak dalam rutinitas analisis manual yang melelahkan di luar jam operasional.Lebih lanjut Yudhi mengungkapkan bahwa ESET MDR, dengan support penuh PT Prosperita Mitra Indonesia, mengombinasikan otomatisasi AI dan analisis pakar global untuk memangkas waktu respons hingga 6 menit saja, sebuah kecepatan krusial untuk menghentikan serangan sebelum berdampak fatal pada bisnis.
Layanan MDR juga menjadi solusi disaat para korporasi yang menghimpun jutaan data nasabah dan pelanggannya dituntut untuk dapat menjaga dengan baik kerahasiaan data pelanggannya. Korporasi juga wajib patuh pada kewajiban perlindungan data pribadi berdasarkan UU PDP, dan siap mengantisipasi kehadiran Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang masih dibahas oleh legislator. Berbagai layanan yang disediakan oleh ESET sangat sesuai kebutuhan korporasi saat ini dengan kemudahan pengaplikasian hingga tingkat kesuksesan yang tinggi dalam menangkal serangan siber di Indonesia yang terus meningkat.