Connect with us

News

ESET Perkuat Platformnya dengan Dukungan AI

Published

on

Penggunaan AI kini semakin luas digunakan termasuk dalam hal kejahatan siber yang membuat penyebarannya kini semakin cepat dan luas dibanding sebelumnya.  Untuk melawan hal tersebut AI juga digunakan oleh sistem keamanan siber untuk lebih efektif menangkal serangan siber.  Indonesia menjadi salah satu negara favorit serangan siber pada tahun 2026 ini dengan peningkatan serangan siber yang lebih banyak.  Dari data yang dikeluarkan oleh AwanPintar.id®, sepanjang  Semester 1 tahun 2026 intensitas serangan siber ke Indonesia angkanya melonjak 43,65%.

Serangan yang paling sering muncul adalah upaya merebut akses penuh sebagai administrator sistem (Attempted Administrator Privilege Gain).  Meski serangan siber tak hanya menyerang korporasi namun juga pribadi, namun serangan siber terhadap korporasi menjadi perhatian serius karena dampak kerugiannya yang besar.  Oleh karena itu pihak korporasi harus lebih waspada dan terus meningkatkan sistem keamanan sibernya jika tak mau kebobolan dan menderita kerugian yang besar.  Menggunakan jasa layanan keamanan siber terbaik menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan korporasi untuk melindungi diri dari serangan siber.

Regulasi di Indonesia yang semakin ketat, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) membuat korporasi tak bisa abai terhadapa keamanan siber.  Meski Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber masih dibahas di DPR bukan berarti korporasi bisa tinggal diam menunggu sampai regulasi yang disiapkan untuk memperkuat kerangka keamanan dan ketahanan siber nasional ini disahkan dan berlaku.  Para penyedia jasa layanan keamanan siber di Indonesia pun dipacu untuk inovatif dalam memberikan layanannya ditengah ancaman digital yang semakin kompleks.

Salah satu penyedia jasa layanan keamanan siber yang terus mengembangkan layanannya adalah ESET.   Pemimpin global dalam keamanan siber ini memperkuat Platform ESET PROTECT dengan fitur-fitur unggulan serta dukungan teknologi AI. Solusi ini dirancang sebagai jawaban bagi korporasi yang ingin menyelaraskan aspek compliance dengan perlindungan data secara terpusat, langsung dari satu konsol.

Platform ESET PROTECT menyediakan konsol terpusat yang memungkinkan pelanggan korporasi untuk memantau, mendeteksi, sekaligus merespons berbagai ancaman keamanan secara real-time. Dengan fleksibilitas deployment yang bisa dijalankan baik di cloud maupun infrastruktur on-premises, solusi ini memberikan kemudahan adaptasi sesuai kebutuhan perusahaan. Selain itu, ESET PROTECT memperkuat perlindungan melalui integrasi teknologi AI yang canggih, serta mendukung kepatuhan regulasi dengan ratusan template compliance yang siap digunakan.

Platform ini juga mampu terhubung ke lebih dari 1.000 titik data, sehingga memberikan visibilitas menyeluruh dan kontrol yang lebih optimal terhadap keamanan sistem.  Compliance terhadap regulasi seperti UU PDP dan rancangan UU KKS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan yang menuntut visibilitas penuh secara real-time di seluruh endpoint jaringan perusahaan,” kata Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.

Untuk memperkenalkan berbagai layanannya, Prosperita Group selaku distributor resmi ESET akan menggelar Prosperita Solution Day 2026.  Dalam acara tersebut, ESET juga akan memperkenalkan layanan Managed Detection & Response (MDR), sebuah solusi keamanan siber yang beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari. Layanan ini menggabungkan kecanggihan teknologi AI dengan keahlian tim pakar manusia untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman sekaligus mempercepat proses respons terhadap insiden. Dengan adanya MDR, organisasi tidak perlu memiliki tim spesialis keamanan siber internal, karena perlindungan menyeluruh dapat langsung diperoleh melalui kombinasi otomatisasi pintar dan analisis mendalam dari para ahli.

Tak hanya untuk korporasi, ESET juga menyediakan layanan keamanan siber untuk perorangan sebagai upaya untuk memberikan layanan terbaik dan mudah dalam pengaplikasiannya bagi semua segmen.  Dengan demikian edukasi tentang keamanan siber akan lebih bermanfaat jika dibarengi dengan ketersediaan antivirus yang praktis dan mudah digunakan oleh masyarakat selain harga yang terjangkau tentunya.