Tips Investasi dengan Bitcoin

Bagi sebagian besar masyarakat merasa awam dengan aset kripto terutama Bitcoin yang akhir-akhir ini nilainya terus melonjak. Mata uang kripto alias cryptocurrency Bitcoin terus melanjutkan tren meningkat memasuki tahun 2021. Terbaru, mata uang tersebut berhasil mencatat rekor tertingginya dengan nilai Rp483,54 juta per 1 Bitcoin pada Minggu (3/1).

Bagi yang mengerti tentang Mata uang kripto alias cryptocurrency Bitcoin, Tren positif kenaikan Bitcoin secara berturut-turut di awal tahun ini menguntungkan.  Hal ini sekaligus menjadi bukti meningkatnya kepercayaan publik atas aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan. Momen ini pun menjadi kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin memulai investasi dalam trading aset kripto tanpa perlu khawatir secara berlebih.

Namun bagi yang baru ingin terjun ke cryptocurrency harap berhati-hati.  Indonesia sendiri telah mengatur regulasi jual beli aset kripto melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini guna memastikan bahwa aset kripto yang kian berkembang ini telah diakui secara legal dan dapat diperjualbelikan melalui beberapa media exchange yang telah terdaftar secara resmi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Gadgetarian tertarik dengan cryptocurrency ini.  Yang perlu dilakukan diantaranya adalah memastikan legalitas exchange. Hal ini demi memastikan keamanan investasi aset. Pastikan exchange yang dipilih legal dan terdaftar resmi di Bappebti. Di Indonesia  sendiri, ada 13 exchange yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto, Indodax, Pintu, Luno, Rekeningku dan lainnya.

Mempelajari Jenis Aset Kripto yang Diminati. Sebelum mulai berinvestasi, trader perlu memahami jenis-jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran. Bitcoin (BTC) memang menjadi favorit, namun masih ada Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Tether (USDT), dan lainnya. Dengan memahami jenis koin tersebut, calon trader bisa mengecek ketersediaannya di exchange yang diminati. Tokocrypto menyediakan 34 jenis koin dan Indodax memiliki 110 jenis koin yang bisa dipilih.  Namun perlu diingat oleh trader untuk berhati-hati memilih koin dalam investasi ini, karena banyak jenis yang belum populer dan pergerakan harganya sangat agresif.

Besaran Biaya Layanan.  Dalam melakukan transaksi perdagangan aset kripto, ada skema biaya layanan yang dibebankan pada trader yakni biaya pembelian dan penarikan. Perlu diingat ada beberapa exchange di Indonesia seperti Tokocrypto, Pintu, dan Luno yang memberikan flat rate untuk biaya penarikan, namun ada juga yang menggunakan skema persentase sesuai nominal penarikan seperti Indodax. Tentunya skema flat rate akan lebih menguntungkan bagi para trader. Tidak hanya itu, ada pula biaya transaksi sebagai market taker yang akan dikenakan kepada para trader yang merupakan potongan biaya jika trader melakukan transaksi dengan ikut pada antrian harga yang sudah ada. Misalnya, trader membeli Bitcoin seharga Rp10 juta melalui Tokocrypto maka dikenakan biaya potong sebesar 0,1% yakni Rp10 ribu atau jika membeli melalui Indodax dikenakan biaya 0,3% yakni Rp30 ribu.

Perhatikan Spread Harga.  Seperti membeli emas, ada spread harga atau selisih harga jual dan beli yang harus diperhatikan oleh trader. Selisih harga beli dan jual yang tidak terlalu besar, akan memperluas ruang gerak trader dalam membuat keputusan atas aset kripto yang dimiliki. Seperti Tokocrypto misalnya sempat memiliki spread harga hanya Rp1 saja jika dibandingkan dengan exchange lain yang spread harganya lebih lebar.

Kelengkapan Fitur Trading yang Dimiliki.  Ada beberapa fitur yang penting dan bermanfaat bagi trader seperti fitur chart harga untuk melakukan analisis, fitur cut loss yang bisa membantu trader membatasi kerugian harga tertentu, dan fitur short selling untuk memastikan trader tetap mendapatkan untung meskipun harga aset kripto yang dimiliki sedang mengalami penurunan. Pastikan exchange yang dipilih oleh trader bisa memenuhi kebutuhan fitur ini, seperti yang ditawarkan Tokocrypto.

Teknologi Keamanan yang Diterapkan.  Hal terakhir yang penting diperhatikan oleh trader adalah penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan transaksi di exchange yang dipilih. Mayoritas exchange di Indonesia telah menggunakan standar keamanan seperti Two Factor Authenticator (2FA) dan konfirmasi lewat email dan sms. Namun, trader bisa lebih memastikan keamanan exchange tersebut dari website yang mendokumentasikan tes keamanan exchange seluruh dunia seperti coingecko atau cer live. Tokocrypto misalnya mendapatkan support teknologi Binance Cloud yang teruji sebagai salah satu exchange dengan rating (9,35), memastikan keamanan berlapis yang terjamin jika trader melakukan transaksi.

Selain itu, dengan memiliki exchange yang terdaftar di BAPPEBTI, maka hampir dipastikan mereka juga telah memiliki sertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Keamanan Informasi dan telah pula terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika.  Selamat berinvestasi.

Start typing and press Enter to search