Di Rumah Saja Dengan Paket Internet Keluarga

Sejak diberlakukannya masa darurat nasional karena merebaknya wabah Covod-19 di Indonesia, banyak dari kita melakukan semua kegiatan mulai dari belajar hingga bekerja dari rumah. Bagi kita yang terbiasa berkegiatan diluar lalu kemudian dipaksa untuk berkegiatan didalam rumah akan terasa membosankan. Namun di era digital sekarang ini gawai seperti ponsel kita menjadi alat yang bisa meaghubungkan dunia luar sekaligus mengusir kejenuhan kita. Untuk itu diperlukan koneksi internet yang baik agar semua kegiatan kita di rumah berjalan dengan lancar.

Pelarangan mudik oleh pemerintah membuat operator seluler mengalihkan penguatan jaringannya selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini yang sebelumnya di sepanjang jalur mudik dan derah wisata menjadi di daerah perumahan.  Kami mencoba menguji sebaik apa jaringan seluler di perumahan saat digunakan sehari-hari selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini.  Kami mencoba merangkum kegiatan sehari penuh di rumah ditemani ponsel dan jaringan internet 4G.

Hari ini merupakan hari yang cukup padat jika melihat jadwal, karena ada tiga konferensi pers yang akan dilakukan mulai sejak pukul 10.00, lalu pukul 14.00 hingga yang terakhir pukul 16.00. Hampir setiap hari kini saya harus melakukan coverence call entah bersama teman kantor yang kini sedang dirumah saja, dengan para vendor dan narasumber atau sekadar melepas kangen dengan ibu tercinta. Jika dalam keadaan normal maka jam kantor mulai pukul 09.00, namun sejak diberlakukannya masa PSBB yang mengharuskan kami bekerja di rumah saja membuat jam kantor menjadi sangat fleksibel bahkan bisa mulai sejak usai shalat subuh.

Kegiatan belajar di rumah juga memerlukan koneksi internet yang baik.

Usai shalat subuh menjadi waktu favorit bagi saya untuk berselancar di dunia maya karena pada jam segini masih sedikit orang yang menggunakan internet sehingga jaringan internet relatif lancar. Usai shalat subuh membuka youtube adalah kegiatan favorit saya dan istri yang gemar menonton kajian agama atau ceramah dari ulama. Dan dilanjutkan dengan melihat aneka resep masakan untuk kebutuhan berbuka puasa maupun sahut. Koneksi internet yang baik bagi saya sangat diperlukan karena terkadang anak-anak saya meminta koneksi internet dari saya untuk mengerjakan tugas dari sekolah secara daring.

Sebelum jadwal kegiatan saya berlangsung, jam 07.00 anak saya meminta akses internet untuk keperluan belajar dirumahnya menggunakan Google ClassRoom. Namun aplikasi ini tak membutuhkan kuota internet yang banyak karena anak-anak hanya mengerjakan tugas dari gurunya dengan mengunduh soal di Google Drive yang berbentuk PDF. Belum lagi ketika si sulung juga melakukan kuliah jarak jauh dengan menggunakan aplikasi Zoom. Sesekali anak-anak juga mengakses aplikasi belajar online seperti Edmodo.

Pukul 09.00 waktunya mempersiapkan diri mengikuti konferensi pers sebuah perusahaan ponsel global yang memperkenalkan produk barunya kepada media. Pada pagi ini koneksi internet nampak mulai padat hingga kecepatan internetnya menurun dibanding saat subuh. Saat di tes dengan pengukur kecepatan internet, kecepatan rata-rata internet yang saya peroleh dari jaringan internet indosat Ooredoo yang terbaik adalah 11,5 Mbps yang berlangsung hingga siang hari. Namun koneksi internet secepat ini ternyata bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi video converence seperti Zoom maupun Google Meet.

Sesungguhnya yang diperlukan adalah bukan kecepatan internet yang tinggi namun kestabilan jaringan. Terbukti dengan kecepatan seperti itu konferensi pers menggunakan aplikasi zoom berjalan cukup lancar. Kuota internet yang terpakai pun tak terlalu boros, apalagi kami menggunakan kuota besar dari Indosat. Untuk kegiatan selama sebulan penuh dirumah bersama keluarga akan lebih hemat jika menggunakan paket internet keluarga yang tersedia di beberapa operator seluler karena lebih murah dan tidak cepat habis meskipun digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konferensi pers pertama telah berjalan dengan baik menyusul konferensi pers kedua. Selepas Dzuhur anak saya meminta agar tersambung ke jaringan internet saya untuk menerima tugas dari gurunya secara daring. Alhasil sudah dua perangkat ponsel anak saya terhubung ke ponsel saya ditambah dengan laptop yang saya gunakan. Untungnya hal ini tak membuat aju internet menjadi lambat dan tetap stabil. Tepat jam 14.00 acara konferensi pers kedua dimulai dengan menggunakan Google Meet. Aplikasi ini lebih enteng dibanding yang lainnya dan juga tak banyak menyedot kuota internet.

Agenda berikutnya adalah konferensi pers menggunakan Microsoft Team. Aplikasi video converence ini memang tak sepopuler Zoom namun mudah digunakan dan juga tak meemaken memori yang banyak. Namun sore hari merupakan jam sibuk bagi trafik layanan internet termasuk Indosat Ooredoo seperti yang saya gunakan. Mungkin banyak masyarakat yang sambil menunggu waktu berbuka mereka mengakses media sosial atau bahkan mengakses Youtube. Untungnya saya bisa mengikuti konferensi pers dengan baik karena internet berjalan dalam kecepatan 19,6 mbps.

Saat berbuka puasa tiba, tak ada yang sibuk dengan ponsel hingga shalat Tarawih usai. Mungkin sesekali melihat chat dengan teman dengan kerabat. Kebetulan hari ini adalah ulang tahun putri kedua kami.  Usai shalat Tarawih sang nenek menghubungi putri kami yang sedang berulang tahun melalui video call dengan aplikasi WhatsApp.  Video call pun berlangsung lancar bahkan saat acara tiup lilin dua adik kami di dua lokasi berbeda ikut pula video call.

Melakukan video call menggunakan What’sApp dengan tiga nomor sekaligus nampak lancar

Usai shalat Tarawih berjamaah di rumah, saya bersantai menonton TV dan tidak memegang ponsel lagi kecuali ada sesuatu yang penting. Namun bagi anak-anak, waktu menjelang tidur mereka gunakan dengan menonton drama korea maupun menonton lagu-lagu K-Pop melalui Youtube. Malam itu kecepatan internet pada aplikasi speedtest menunjukkan 2 Mbps dan anak-anak tak mengeluh apa-apa. Ini artinya mereka cukup nyaman mengakses youtube dengan kecepatan internet 2 Mbps dan tanpa buffering. Sesungguhnya kecepatan 2Mbps hingga 5Mbps sangat cukup untuk menonton layanan streaming video atau bahkan untuk bermain game online.

Jika Gadgetarian selama ini jarang menggunakan paket kuota internet  malam, di bulan pussa ini kuota internet malam pasti terpakai terutama saat menjelang sahur maupun setelah sahur.  Kebetulan saya menggunakan Freedom Combo 50GB dengan kuota lokal sebesar 15Gb dan kuota malam (01-06) sebesar 10GB. Model paket seperti ini lebih murah karena hanya Rp 100.000 dan kuota malam tetap terpakai. Namun jika bukan saat Ramadan maka saya menggunakan Freedom internet yang berlaku 24 jam. Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan ibadah puasa.

Share