Komitmen Bersama Telkomsel dan PBNU Jaga Keindonesiaan

Di jaman yang serba digital ini, media sosial sudah menjadi sesuatu platform yang sangat familiar bagi seluruh lapisan masyarakat.  Media sosial sudah menjadi platform digital yang paling banyak diakses oleh masyarakat.  Mulai dari sekadar eksistensi diri, hingga berdagang bisa dilakukan melalui media sosial.  Bahkan kini media sosial menjelma sebagai tempat pencarian informasi layaknya media massa. Sayangnya penyebaran berita melalui media sosial sering tak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya sehingga banyak muncul berita bohong karena semua orang bisa menyebarkan berita tanpa tahu kebenaran dan asal usulnya.

Hal ini membuat masyarakat pengguna media sosial akan terjebak pada berita bohong yang berakibat pada perusakan nasionalisme dan kerohanian masyarakat.  Berita yang beredar di media sosial sering dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk menyesatkan masyarakat dengan berita atau kabar yang menghasut.  Disinilah perlunya komitmen seluruh komponen bangsa termasuk lembaga untuk menghalau berita bohong dan menyesatkan di media sosial sehingga masyarakat tak mudah terhasut.

Telkomsel merupakan salah satu perusahaan yang secara konsisten terus bergerak maju menghadirkan solusi yang mampu membawa perubahan nyata di setiap fase kehidupan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Konsistensi tersebut kini diwujudkan Telkomsel bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memiliki tujuan bersama untuk menggerakkan sejumlah inisiatif yang diharapkan dapat menumbuhkan nilai nasionalisme dan kerohanian masyarakat Indonesia.

Di sela acara “Bincang Millenial PBNU dan Telkomsel” yang digelar berkolaborasi dengan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) di Jakarta, (21/7), keduanya bersepakat untuk berkolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama.  Kolaborasi  antara Telkomsel dengan PBNU diantaranya meliputi kerja sama dalam membuat dan menyiarkan pesan-pesan kebaikan berbentuk iklan layanan masyarakat. Kemudian, Telkomsel dan PBNU juga akan berkolaborasi untuk memproduksi dan menyebarluaskan konten-konten yang mengedepankan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro (ketiga kiri) didampingi Direktur Human Capital Management Telkomsel Muharam Perbawamukti (kedua kiri) bersama Ketua Umum Nahdatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A (ketiga kanan) usai prosesi penandatangan kerja sama antara Telkomsel dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama di sela acara Bincang Millenial PBNU, di Jakarta (21/7). Kolaborasi ini merupakan komitmen sinergi lanjutan antara Telkomsel dan PBNU yang kini meliputi enam inisiatif program, seperti penyelenggaraan pelatihan media sosial untuk menangkal disinformasi dan ujaran kebencian hingga penyaluran bantuan bagi korban-korban bencana alam.

Kolaborasi antara Telkomsel dan PBNU juga mencoba untuk merangkul kaum muda sebagai generasi penerus bangsa dengan menyelenggarakan ruang diskursus bertajuk “Millenial Bicara” yang diselenggarakan oleh Radio Dakta sebagai upaya nyata Telkomsel untuk tetap relevan dengan generasi muda di Indonesia.  Kemudian kolaborasi Telkomsel dengan PB NU juga dilakukan dalam wujud digitalisasi manuskrip dan kitab-kitab klasik hasil karya ulama-ulama Nusantara. Hal ini sebagai bagian dari pengembangan pustaka digital dan metode belajar jarak jauh di Indonesia yang sejalan dengan komitmen Telkomsel selaku leading digital telco company.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel antusias menyambut baik kolaborasi terbaru dengan PB Nahdlatul Ulama yang merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia. Kami memaknai momentum ini sebagai upaya untuk saling memperkuat persatuan bangsa melalui inisiatif kolaborasi yang sejalan dengan keberagaman nilai-nilai keindonesiaan, di mana nilai  kerohanian termasuk di dalamnya. Telkomsel berharap inisiatif ini mampu menginspirasi masyarakat dan organisasi lainnya untuk bersama-sama memiliki tekad yang kuat untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan yang menjadi identitas Indonesia.”

Dengan demikian Telkomsel mengembangkan ekosistem digital secara menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia, termasuk meningkatkan literasi digital di sektor pendidikan.  Sehingga masyarakat akan mendapatkan akses informasi yang baik dan benar yang sekaligus akan memelihara nasionalisme dan kerohanian masyarakat dengan benar.  Selain menyasar ke masyarakat luas, kolaborasi ini juga secara khusus akan menyesar ke santri, dan pesantren di masa mendatang serta dalam pengembangan kerohanian dan karakter bagi karyawan Telkomsel.

Kerjasama ini bukanlah yang pertama karena sebelumnya Telkomsel dan PBNU juga melakukan kolaborasi yang lebih fokus pada pelatihan media sosial untuk menangkal disinformasi dan ujaran kebencian hingga penyaluran bantuan bagi korban-korban bencana alam.