Advan Nasa Plus “Smartphone Terjangkau untuk Aktivitas Belajar Online”

Di tengah pandemi COVID-19 yang masih menghantui, menjalani aktivitas outdoor menjadi serba salah. Keputusan untuk menutup PSBB berimbas pada semakin banyaknya warga Indonesia yang positif tertular COVID-19. Akhirnya PSBB Jilid II pun diadakan. Warga kembali menjalani berbagai aktivitas secara online, termasuk belajar. Nah, belajar online inilah yang masih menjadi kendala serius. Masih banyak warga yang belum mampu membelikan anaknya smartphone untuk mendukung kegiatan belajar online.

Advan pun beraksi dengan meluncurkan Nasa Plus yang diperuntukkan untuk membantu siswa dalam proses belajar secara online. Oh iya, berbicara belajar online, Advan menggandeng Kelas Pintar yang merupakan platform belajar online. Kelas Pintar hadir dengan metode pembelajaran Pintar, Personal dan Terintegrasi yang dibekali materi pelajaran, latihan soal dan juga ujian untuk tingkat SD, SMP, dan SMA yang sudah disesuaikan dengan kurikulum terbaru.

Advan Nasa Plus hadir dengan layar IPS 5.5 inci beresolusi 480 x 960 piksel dengan aspek rasio 18:9. Ukuran serta resolusi layarnya memang tidak tinggi karena Nasa Plus menyasar segmen entry level. Namun, dengan mengusung layar 5.5 inci menjadikan bodi Nasa Plus nyaman digenggam dan dioperasikan sehingga tidak merepotkan. Bodinya memang memang masih berbahan plastik dan menggunakan finishing glossy di bagian belakangnya sehingga rentan meninggalkan bekas sidik jari dan tergores. Untungnya, Advan menyediakan softcase dalam paket penjualannya sehingga bisa digunakan untuk melindungi bodinya.

Tidak banyak tombol fisik di Nasa Plus. Di sisi kanan terdapat tombol daya dan volume sementara sisi atasnya bercokol port microUSB dan lubang jack 3.5mm. Lalu di bagian depan masih berhiaskan desain ber-bezel tebal untuk menyimpan sensor kamera depan sedangkan di bagian belakangnya bersemayam dua kamera belakang plus lampu kilat di pojok kiri atas dalam bingkai kotak, logo Advan, dan speaker di sudut kiri bawah. Tampilan desainnya terbilang biasa saja, apalagi dengan penggunaan material plastiknya yang memperlihatkan kesan “smartphone murah”. Namun, keseluruhan desainnya masih enak dilihat kok.

Untuk menempatkan kartu SIM, Gadgetarian harus membuka casing belakang terlebih dahulu. Di bagian belakang setelah casing dibuka, maka akan terlihat slot SIM 2 di sisi kiri dan slot SIM 1 di sisi kanan bertindihan dengan microSD. Lalu sekitar setengah lebih ruang di bodinya diperuntukkan batere yang bisa dilepas-pasang. Keuntungan menggunakan batere yang bisa dilepas untuk memudahkan mengganti batere dengan yang baru. Kekurangannya, jika ingin melepas kartu SIM atau microSD, maka Gadgetarian harus mematikan smartphone terlebih dahulu.

Layarnya sendiri bisa dibilang mampu menampilkan warna-warna terang. Hanya saja, karena resolusinya yang cukup rendah, tampilan keseluruhan layar beserta ikon-ikon di home tentu tidak halus. Selain itu, meskipun kecerahan layar diatur sampai maksimal, tampilan layarnya tetap sulit dilihat jika Nasa Plus digunakan di bawah terik matahari. Namun, menikmati berbagai konten multimedia masih terasa mengasyikkan.

Menonton film hingga bermain game pun masih terasa menyenangkan. Tampilan warna ketika menonton atau nge-game masih cukup bagus. Sayangnya, ada satu kekurangan pada layarnya, yakni kurang responsif. Cukup sering kami harus menekan layar agak sedikit keras. Contohnya, ketika memotret, kami harus menekan tombol rana virtual dengan cukup keras. Selain itu, terkadang layar juga kurang responsif saat melakukan swipe.

Beralih ke sektor dapur pacu, Advan hanya membekali Nasa Plus dengan chipset Spreadtrum SC9832E Quad-core berkecepatan 1.4GHz dan GPU Mali-T820. Performanya lumayan kencang untuk penggunaan normal, seperti internetan atau mengetik. Skor yang diraih di Geekbench untuk tes single-core berada di angka 103, sedangkan untuk multi-core yakni 385. Tidak ada kendala serius di kinerjanya selain layar yang kurang responsif tadi. Kombinasi RAM sebesar 2GB dan penyimpanan internalnya yang berkapasitas 16GB juga turut berkontribusi pada performanya. Mungkin kapasitas penyimpanan internalnya yang hanya 16GB sedikit membatasi jika ingin mengunduh banyak aplikasi. Namun, Gadgetarian masih bisa memperluasnya menggunakan microSD berkapasitas hingga maksimal 128GB.

Kemampuannya ketika digunakan bermain game juga cukup lancar. Ketika dicoba memainkan Blades of Brim yang ber-genre runner, Nasa Plus mampu menjalankan game dengan lancar walaupun di beberapa kesempatan masih muncul lag. Singkatnya, performa Advan Nasa Plus bisa dibilang cukup powerful untuk kelas entry level. Tentunya jika hanya digunakan untuk sekadar internetan, menonton, atau belajar online, Advan Nasa Plus tidak mengecewakan. Apalagi Advan Nasa Plus sudah menggunakan sistem operasi Android 10 sehingga kinerjanya menjadi sedikit lebih smooth. Hanya saja, penggunaan yang intens untuk nge-game atau internetan berdampak pada suhu bodi yang menghangat.

Advan juga menyematkan speaker berteknologi K Power Amplifier dengan kualitas suara yang lantang sehingga bermain atau menonton hingga belajar online sambil menatap smartphone tidak akan direpotkan lagi dengan urusan kabel earphone yang mengganggu. Hanya saja, ketika volume disetel maksimal, suaranya terdengar pecah dan sesungguhnya tingkat volume suara masih terdengar sedikit kurang lantang. Tidak masalah sih kalau dipergunakan di dalam ruangan.

Lanjut ke sektor fotografi, Advan membekali Nasa Plus dengan kamera belakang ganda yang masing-masing beresolusi 5 megapiksel dan 0.3 megapiksel. Advan melengkapi kameranya dengan fitur-fitur, seperti filter, panorama, foto audio, HDR, burst, dan juga mode manual. Ketika kami coba memotret menggunakan mode auto di tempat yang kurang cahaya, kameranya kesulitan menangkap fokus. Namun, ketika objek berhasil dipotret, kualitas fotonya terhitung lumayan meskipun reproduksi warnanya terlihat sedikit pucat. Hasil foto terlihat lebih baik saat fitur HDR dinyalakan.

Kamera baru bekerja maksimal ketika cahaya berlimpah atau saat siang hari. Barulah fokus bisa bekerja lebih cepat. Sayangnya, kamera belakangnya hanya mampu melakukan digital zoom sebanyak dua kali saja sehingga Gadgetarian harus mendekat ke objek jika ingin mengambil foto dalam jarak yang lebih dekat.

Mode pro yang disediakan juga cukup membantu dalam mengatur ISO, white balance, atau exposure. Sayangnya, ketika mengatur tingkat ISO atau white balance, lagi-lagi layar yang kurang responsif cukup mengganggu. Untungnya, kualitas foto ketika menggunakan mode pro cukup baik. Detil-detil objek masih terlihat cukup jelas. Untuk smartphone kelas pemula, kualitas kamera belakangnya masih okelah.

Sementara kamera depannya yang beresolusi 2 megapiksel seringkali sulit mengambil fokus. Hasilnya, foto seringkali agak blur. Dan kualitas kamera depannya berimbas ke fitur keamanan Face ID-nya yang tidak gesit memindai wajah jika ruangan sedikit gelap. Namun kinerja kamera depan akan membaik jika terdapat cahaya berlimpah sehingga hasil foto selfie lebih terang. Advan juga menyediakan fitur beauty dengan kualitas yang cukup natural.

Namun, ada yang aneh di sini. Ketika foto dipindahkan ke smartphone lain, hasilnya menjadi sangat berbeda. Tingkat kecerahan menjadi sangat berlebih. Entah kenapa, mungkin kualitas fotonya memang hanya terlihat bagus jika dilihat langsung dari Nasa Plus saja. Jika foto dipindahkan ke smartphone lain yang berbeda kualitas layarnya, tampilan fotonya berubah drastis. Intinya sih, performa kamera depan dan belakangnya akan bekerja lebih baik jika digunakan di tempat terang.

Untuk urusan suplai daya, Advan membekali Nasa Plus dengan batere berkapasitas 3.000mAh dan diperlukan waktu empat jam untuk mengisi daya batere dari 5% hingga 100%. Namun, baterenya mampu bertahan selama sekitar 11 jam untuk pemakaian normal, seperti sesekali bermain game, internetan, atau menonton video dengan tingkat kecerahan 100% dan data internet yang terus aktif. Bisa dibilang kapasitas baterenya masih dapat diandalkan untuk penggunaan berjam-jam.

Singkatnya, Advan Nasa Plus mampu memberikan performa yang tidak mengecewakan sesuai dengan harganya bahkan lebih. Gadgetarian bisa menebusnya hanya dengan merogoh kocek sekitar 899 ribu saja. Keren ‘kan. Harga tidak sampai 900 ribu tetapi kualitas dan performanya bisa diandalkan. Yang jelas, Advan Nasa Plus menjadi smartphone entry level yang layak untuk dibeli.

Desain: 2/5
Kinerja: 4/5
Fitur: 3/5
Harga: 5/5

Kesimpulan
Dengan harganya yang murah, Advan Nasa Plus mampu menyuguhkan performa yang cukup kencang. Fokus yang ditujukan untuk belajar online menjadikan Nasa Plus sudah lebih dari cukup untuk memfasilitasi kebutuhan untuk belajar secara daring.

Harga
Rp 899.000

Plus:
• Desain simpel dan nyaman digenggam
• Performa cukup kencang
• Kualitas layar tergolong bagus meskipun resolusinya tidak terlalu besar

Minus:
• Suara terdengar pecah jika volume disetel ke tingkat maksimal

Spesifikasi
Layar:
IPS 5.5 inci 480 x 960 piksel, 18:9
Chipset:
Spreadtrum SC9832E
CPU:
Quad-core 1.4GHz
GPU:
Mali-T820
OS:
Android 10
RAM:
2GB
Penyimpanan internal:
16GB, microSD hingga 128GB
Kamera belakang:
Dual: 5 megapiksel, AF; 0.3 megapiksel, flashlight
Kamera depan:
2 megapiksel
Fitur:
Face ID
Konektivitas:
WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2
Batere:
3.000mAh

Hasil Foto

Share