Telegram Banjir Pengguna Baru Pasca Isu Whatsapp dan Facebook

Santernya berita bahwa tak akan ada lagi privasi di aplikasi WhatsApp (WA) membuat jutaan pengguna WA merasa kawatir akan privasinya di aplikasi tersebut.  Sebelumnya beredar kabar bahwa jika melakukan pembaruan persyaratan layanan dan kebijakan privasi baru di platform WA maka data percakapan kita bisa disadap Facebook.  Hal ini karena kebijakan baru WA yang berbagi data dengan Facebook menimbulkan banyak prasangka negatif kepada para penggunanya.

Meskipun pihak WA telah mengkonfirmasi bahwa terdapat kesalah pahaman dalam kebijakan privasinya yang baru serta kebijakan berbagi data dengan Facebook membuat jutaan pelanggan WA beralih ke platform chatting lainnya yang dinilai lebih menghargai privasi.  Salah satu platform yang kebanjiran anggota baru adalah Telegram.  Platform yang dulu sempat di blokir pemerintah Indonesia karena membahayakan keamanan negara ini dalam 72 jam telah menerima 25 juta pengguna baru.

Dalam rilis resmi dari Telegram yang diterima Redaksi TPLUS Magz disebutkan bahwa pengguna Telegram telah melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan di minggu pertama Januari dan angka ini terus bertambah. Dari 25 juta pengguna baru yang bergabung dengan Telegram di seluruh dunia – 38% dari Asia, 27% dari Eropa, 21% dari Amerika Latin, dan 8% dari Timur Tengah dan Utara Afrika. Angka ini merupakan peningkatan yang signifikan dari tahun lalu di mana hanya 1,5 juta pengguna baru mendaftar setiap hari. Sepanjang sejarah 7 tahun beroperasi, Telegram telah mengalami beberapa lonjakan dalam jumlah unduhan akan tetapi lonjakan kali ini adalah yang paling signifikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search