Indosat Ooredoo dan Tri Sepakat Bergabung

Setelah menjalani perundingan yang alot selama berbulan-bulan akhirnya Ooredoo dan CK Hutchison setuju untuk melakukan merger.  Keduanya setuju untuk menciptakan perusahaan Telko Digital kelas dunia untuk Indonesia dengan nilai transaksi sekira US$6 Miliar.  Dalam siaran persnya tanggal 16 September 2021, keduanya telah menandatangani perjanjian transaksi definitif untuk rencana penggabungan masing-masing bisnis telekomunikasi di Indonesia.

Dengan demikian PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) akan merger dan diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).  Proses penggabungan keduanya yang dimulai sejak November 2020 lalu itu sempat mengalami perpanjangan negosiasi hingga tiga kali.  Merger keduanya bakal menjadi sebuah perusahaan digital telko terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel dengan pendapatan tahunan sekira US$3 Miliar .

Alotnya negosiasi ditingkat pemegang saham keduanya ditengarai karena keduanya serius menimbang untung ruginya merger.  Namun kini keduanya mengumumkan bahwa penggabungan ini bakal menguntungkan para pemegang saham dan tentunya para pelanggan Tri dan Indonsat Ooredoo di Indonesia dengan jumlah pelanggan yang lebih besar.  Masih ditunggu tindakan lanjutan dan peresmian penggabungan keduanya.

Keduanya akan dikendalikan oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison dan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan pemerintah Indonesia masih menjadi pemegang saham sebesar sebesar 9,6%.  Sementara itu PT Tiga Telekomunikasi Indonesia masih memegang sebesar 10,8% saham serta 14% saham publik di PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk.  Isu lain yang berhembus adalah siapa yang bakal menahkodai PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dan nama Vikram Sinha santer terdengan sebagai kandidat utama.

Start typing and press Enter to search