ZTE Kembali Mencoba Peruntungannya di Indonesia

Siapa diantara Gadgetarian yang kenal dengan merek ZTE? Jika Gadgetarian lahir tahun 80an mungkin tau jika ada merek ZTE terutama ponselnya.  ZTE memang lebih banyak memproduksi perlengkapan penunjang telekomunikasi seperti router terutama di Indonesia, namun sedikit produk ponsel pintar.  Beberapa tahun lalu ZTE juga sudah pernah memasukan ponsel pintarnya ke Indonesia diawal tahun 2000an, bahkan nubia yang menjadi subbrandnya juga pernah masuk ke Indonesia namun gagal total.

Kini ZTE kembali mencoba peruntungannya di pasar ponsel Indonesia dengan memasukkan tiga produk terbarunya ke Indonesia.  Hari ini ZTE secara resmi menghadirkan ZTE Blade V40 Vita, ZTE Blade A72 serta Blade A52.  Ketiga produk ZTE ini bakal membuktikan keseriusan ZTE bertempur di pasar ponsel pintar Indonesia.  Pasalnya selama ini ZTE yang sesungguhnya memiliki banyak lini produk ponsel pintar ini dinilai kurang serius di Indonesia mengingat tingginya persaingan ponsel pintar di Indonesia apalagi untuk kelas menengah kebawah.

Ketiga produk yang dihadirkan ZTE kali ini pun menyasar kelas menengah kebawah.  Meskipun pasarnya cukup besar untuk segmen ini namun sudah sangat banyak produsen yang menyediakan ponsel pintar untuk segmen ini sehingga persaingannya sangat ketat.  Karenanya diperlukan strategi khusus bagi ZTE untuk dapat eksis di Indonesia.  Karenanya dalam hal marketing mereka menggandeng Erajaya Digital untuk membantu pemasaran ketiga varian ponsel pintar mereka.  Erajaya memang menjadi pemain ritel terbesar ponsel di Indonesia dengan jaringan penjualan yang luas di Indonesia.

Namun hal ini tidak menjadi jaminan bagi ZTE untuk dapat eksis dan bisa diterima masyarakat Indonesia.  Salah satu hal yang bisa menjadi batu sandungan bagi ZTE adalah masih lemahnya kepercayaan konsumen Indonesia terhadap merek Tiongkok meskipun produknya bagus.  Mengingat selama ini produk Tiongkok identik dengan profuk murahan. Kemitraan ZTE dengan Erajaya bisa menjadi jembatan bagi ZTE dalam mengembalikan kepercayaan konsumen Indonesia terhadap produk ponsel pintar Tiongkok khususnya ZTE.

Harga yang terjangkau menjadi salah satu senjata bagi ZTE yang menjual Blade A52 dengan harga Rp 1.749.000, sedangkan Blade A72 dijual dengan harga Rp 1.899.000 serta Blade V40 Vita dijual dengan harga Rp 2.299.000.  Namun hal ini nampak belum cukup dan dibutuhkan konsistensi dari ZTE untuk terus tetap eksis di Indonesia dan tidak muncul lalu kemudian tenggelam jika ZTE serius ingin mendongkrak popularitas ZTE dan berbisnis di Indonesia.

CEO Erajaya Digital, Joy wahyudi saat launching ketiga ponsel pintar ZTE di Jakarta mengungkapkan, “Kedepan Erajaya akan siap untuk memasarkan produk kelas menengah atas, dan Erajaya sesungguhnya sudah menjual varian model kelas atas di Malaysia dan memang mendapatkan sambutan yang baik sehingga layak ditunggu kehadirannya di Indonesia.”

Lebih lanjut Joy Wahyudi juga mengungkapkan meskipun kondisi pasar Indonesia menurun namun secara total permintaan mulai meningkat.  Menurut Joy ada segmen secondari yang juga besar selain kelima merek yang menguasai pasar ponsel Indonesia.  Menurut Erajaya, ZTE merupakan merek yang cukup dikenal di Indonesia meskipun bukan ponsel pintar karena merek ZTE hadir di Infonesia dengan produk seperti wireless router yang juga banyak menyuplai IndiHome.  Sehingga Joy optimis dapat memasarkan ZTE di Indonesia.

CEO Erajaya Digital, Joy Wahyudi bersama Mei Zhonghua, Senior Vice President ASIA & CIS, ZTE Corporation saat peluncuran tiga ponsel pintar baru ZTE

Start typing and press Enter to search