Connect with us

News

Telkomsel Tingkatkan Literasi Digital Bagi UMKM Perempuan

Published

on

Makin banyaknya perempuan sebagai pelaku UKM membuat Telkomsel bersinisiatif untuk memberikan edukasi digital kepada perempuan pengusaha kecil yang masih banyak kurang melek digital.  Komitmen tersebut kini diimplementasikan melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise dengan menjalin kolaborasi bersama organisasi Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) untuk meningkatkan literasi digital UMKM agar dapat lebih berdaya di tengah kondisi yang menantang dengan memaksimalkan layanan dan solusi digital terintegrasi Telkomsel.

Inisiatif strategis ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua belah pihak, di Jakarta, (28/10).  Demikian halnya dengan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) yang juga dalam deklarasi dan pengembangannya menarik perhatian banyak pihak, karena selain urusan bisnis yang dilakukan oleh kaum perempuan, ini juga menjadi perhatian Presiden saat beliau menyampaikan pidatonya pada acara KTT G20 di La Nuvola, Roma, dimana UMKM merupakan penggerak ekonomi nasional di saat pandemi Covid-19 menimpa negeri ini.

Sebagai digital ecosystem enabler,  Telkomsel bakal meningkatkan literasi digital para pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan yang berupa penyelenggaraan webinar maupun seminar yang bertujuan meningkatkan pemahaman tentang digital marketing, menggelar workshop untuk membantu pelaku UMKM dalam mengoptimalkan layanan digitalisasi terintegrasi, serta penyediaan beragam konten edukasi terkait digital marketing dan sertifikasi halal untuk pengembangan UMKM melalui platform 99% Usahaku.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir mengatakan, “Indonesia masih memiliki tantangan dalam mendorong lebih banyak lagi pelaku UMKM lokal untuk lebih go digital. Minimnya pendampingan serta pemahaman tentang digitalisasi dan potensi teknologi sebagai sarana pengembangan bisnis sering menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya pelaku UMKM yang masih menggunakan cara konvensional dalam pengembangan bisnisnya.”

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *