Sistem Operasi Mobile yang Kini Tinggal Kenangan (Bagian 2: Windows)

Dominasi Android milik Google dan iOS milik Apple di pasar sistem operasi mobile dalam beberapa tahun belakang kian kuat. Hampir semua ponsel pintar yang muncul menggunakan OS Android, sementara iOS konsisten hadir di ponsel-ponsel Apple, iPhone, yang juga laku keras di pasaran. Kondisi jauh berbeda jika kita bicara 10 sampai 15 tahun lalu, kala itu masih ada beberapa OS smartphone seperti Windows Phone, BlackBerry OS dan juga Symbian.

Beberapa waktu lalu, WhatsApp, aplikasi olah pesan populer, mengumumkan tidak lagi memberikan dukungan bagi sistem operasi Windows Mobile dan BlackBerry OS. Ini seakan menjadi “palu kematian” bagi kedua sistem operasi yang sejatinya memang sudah mati suri sejak beberapa tahun lalu ketika pembuat mereka juga berpaling ke lain hati.

Nah, untuk mengenang sepak terjang tiga sistem operasi smartphone, yakni Symbian, Windows Mobile/Phone dan BlackBerry OS, Tplus Magz kali ini ingin mengulas singkat ketiganya. Di masanya, merekalah para pemimpin yang menciptakan berbagai tren di dunia smartphone dan tak bisa dipungkiri kehebatan iOS dan Android saat ini juga buah dari teknologi yang mereka usung. Di bagian kedua ini, Tplus Magz akan membahas sedikit tentang sejarah OS besutan Microsoft, yaitu Windows!

Tiga Kali Ubah Konsep & Nama

Microsoft adalah pemain besar di industri software, khususnya sistem operasi komputer. Tidak ada yang meragukan perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini dalam hal meracik perangkat lunak, tapi apa yang terjadi di pasar smartphone tidak berbanding lurus dengan kesuksesannya di pasar komputer. Microsoft bahkan sampai 3 kali mengganti konsep dan nama OS mobile-nya, mulai Windows Mobile, lalu Windows Phone dan yang terakhir Windows 10 Mobile. Tapi ketiganya punya satu kesamaan, gagal!

Windows Mobile

Terlahir dari pengembangan Windows CE pada tahun 1996, Windows Mobile mulai muncul sebagai PocketPC 2000 pada tahun 2000 yang hadir di perangkat PDA dan sejumlah smartphone. Sistem operasi ini didesain semirip mungkin dengan Windows versi desktop, dilengkapi taskbar dan tombol start. Untuk menggunakannya, kita mesti memakai pena stylus yang kala ini masih populer dan jadi lambang kecanggihan perangkat pintar.

Di tahun 2003, Microsoft mengubah namanya menjadi Windows Mobile 2003 dan dikhususkan untuk menyasar segmen bisnis dan mendukung fungsi kerja. Windows Mobile sempat meraih kejayaan pada tahun 2007 dengan menjadi OS smartphone yang paling populer di Amerika Serikat. Namun pada tahun yang sama mereka juga kedatangan pesaing terberatnya, iOS dari Apple, yang mengubah industri sistem operasi mobile.

Umur Windows Mobile hanya berhenti di tahun 2010, saat Microsoft mengumumkan akan meluncurkan Windows Phone sebagai penggantinya. Windows Phone tidak mendukung upgrade maupun aplikasi dari Windows Mobile, artinya pengguna Windows Mobile saat itu mesti ganti perangkat kalau mau mencicipi Windows Phone. Pembaruan terakhir Windows Mobile adalah versi 6.5.5 yang dilakukan pada 2 Februari 2010.

Windows Phone

Sistem operasi penerus Windows Mobile ini sempat digadang-gadang sebagai senjata andalan Microsoft untuk bisa bersaing di pasar ponsel pintar. Pertama kali muncul pada Oktober 2010, Windows Phone hadir dengan tampilan antarmuka bernama Metro design yang menampilkan widget aplikasi sebagai akses cepat di halaman depan ponsel. Selain itu, OS ini sudah mendukung layar sentuh menggunakan jari, bukan lagi pena stylus.

Versi pertama Windows Phone adalah Windows Phone 7 atau kerap disingkat WP7. Konsep dan fitur yang diusungnya sebenarnya sudah memenuhi standar OS modern, bahkan sudah dilengkapi dengan toko aplikasi, mendukung resolusi layar tinggi dan pembaruan via koneksi internet.

Pada awal 2011, angin segar menerpa Windows Phone, saat Microsoft mengumumkan kerja sama dengan Nokia untuk membenamkan OS WP di ponsel-ponsel pintar besutan vendor Finlandia tersebut. Banyak yang optimistis dengan kolaborasi ini, maklum pada masa itu keduanya merupakan pemimpin pasar di industri mereka masing-masing. Bukan hanya kerja sama, pada tahun 2013 Microsoft resmi mengakuisisi divisi mobile Nokia dan memegang merek dagang semua produk bergerak Nokia.

Akuisisi itu diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi Microsoft untuk dapat membuat produk-produk dengan spesifikasi yang mereka inginkan, dan di sisi lain mereka sudah didukung teknologi yang dimiliki Nokia untuk membuat produk berkualitas. Windows Phone sempat mengalami peningkatan versi di tahun 2012 dengan Windows Phone 8 dan pada tahun 2014 dengan nama Windows Phone 8.1. Tapi versi terakhirnya juga menjadi penutup kiprah Windows Phone di pasar smartphoen karena Microsoft pada 2015 mengumumkan akan merilis Windows 10 Mobile.

Windows 10 Mobile

Pada September 2014, Microsoft mengumumkan kemunculan Windows 10, sebuah sistem operasi yang mereka klaim akan menyatukan semua perangkat. Versi mobile dari sistem operasi ini adalah Windows 10 Mobile, yang disebutkan memiliki fitur dan kemampuan tak jauh beda dari OS versi dekstopnya. Tampaknya Microsoft menggunakan kembali strategi lamanya yang pernah dulu pernah sukses dengan Windows Mobile.

Windows 10 Mobile dirancang Microsoft sebagai suksesor Windows Phone dan juga sistem operasi yang dapat digunakan di semua perangkat. OS ini berjalan di smartphone dan tablet dengan arsitektur prosesor ARM. Versi beta Windows 10 Mobile untuk beberapa smartphone Lumia diluncurkan pada akhir November 2015. OS ini juga sempat hadir di beberapa brand lain, mesti tidak banyak.

Dari sisi tampilan, OS ini sangat mirip dengan versi di PC dan masih menggunakan konsep Metro UI hanya saja kali ini lebih modern dan elegan. Sejumlah fitur menarik diusung Windows 10 Mobile, termasuk Continuum yang dapat mengubah ponsel pintar menjadi PC dan dapat dihubungkan dengan layar dan keyboard. Namun, fitur Continuum baru ada di Lumia 950 saja.

Pada Oktober 2017, Microsoft mengumumkan menghentikan pengembangan aktif Windows 10 Mobile. Mereka mengatakan, ke depannya tidak ada lagi fitur maupun perangkat baru yang akan dikenalkan bersama Windows 10 Mobile, hanya akan ada update keamanan dan perbaikan sampai batas waktu yang akan diumumkan. Terkait dihentikannya pengembangan OS ini, Microsoft beralasan bahwa Windows 10 Mobile tidak banyak didukung oleh para pengembang aplikasi dan juga vendor smartphone.

Langkah Microsoft Selanjutnya

Setelah mengumumkan menghentikan pengembangan Windows 10 Mobile, Microsoft menyatakan mereka kembali ke bisnis yang membesarkan namanya, yakni software dan PC. Di pasar smartphone, Microsoft fokus mengembangkan aplikasi-aplikasi lintas platform yang hadir di Android dan iOS. Mereka berupaya menggaet banyak pengguna untuk menggunakan aplikasi dan layanan mereka.

Microsoft bahkan telah menjual divisi mobile-nya, yang dulu dibelinya dari Nokia, ke HMD yang kini menjadi pemegang merek Nokia. Ini menguatkan langkah Microsoft yang keluar dari bisnis hardware smartphone dan hanya fokus di industri software ponsel pintar. Perusahaan asal Amerika ini juga menguatkan “kaki” mereka di pasar PC dengan terus menggenjot fitur di OS Windows 10 versi PC.